Menurut keterangan anggota Potensi SAR, lokasi cukup jauh dan hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
- Tim WowKeren
- Selasa, 06 Oktober 2015 - 07:25 WIB
WowKeren - Proses evakuasi pesawat dan korban Aviastar yang hilang kontak pada Jumat (2/10) lalu telah dimulai kemarin (5/10) malam. Menurut keterangan anggota Potensi SAR, lokasi cukup jauh dan hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
"Senin malam ini kami berangkat menuju lokasi," terang Antariksa Rizal dikutip dari Kompas.com. "Kemungkinan tiba besok (Selasa) di Belopa, karena medan cukup jauh dan hanya bisa dilalui berjalan kaki."
Lebih lanjut, Antariksa menuturkan bahwa perlu paling tidak tiga jam berjalan dari Belopa, Kabupaten Luwu ke lokasi jatuhnya pesawat di Ulu Salu. Sesampainya di lokasi, tim SAR akan mencari korban dan mengevakuasinya bila dimungkinkan.
"Laporan sudah positif, tim gabungan bersama sejumlah jurnalis ikut ke lokasi," terusnya. "Kemungkinan bila korban ditemukan akan dilakukan evakuasi secepatnya. Kami masih dalam perjalanan menuju lokasi, kepastian evakuasi akan kami sampikan nanti."
Tim gabungan yang terlibat antara lain adalah Basarnas Makassar, SAR UNM, Paskhas AU, Otband Andi Djemma, Makassar Rescue, SAR Antariksa, SAR Pinrang, Dompet Duafa, BPBD LUwu Utara, PMI Lutra, ORARI, Polres Luwu Utara, Kodim 1403 dan RSUD Andi Djemma.
Sementara itu, MetroTVnews mengabarkan bahwa 18 dokter akan dikerahkan untuk identifikasi korban. Penumpang diperkirakan tewas seluruhnya rencananya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk identifikasi yang mungkin akan memakan waktu selama dua hari. Namun hal itu tentu saja sangat bergantung pada kondisi jenazah.
Sebelumnya, pesawat Twin Otter telah dilaporkan ditemukan oleh Polri. "Pesawat ditemukan di Gunung Latimojong oleh tim pencari Polri yang melakukan pendakian selama dua hari," ujar Pesawat ditemukan di Gunung Latimojong oleh tim pencari Polri yang melakukan pendakian selama dua hari.
(wk/)