'Assalamualaikum Beijing' cari pengganti Revalina S. Temat untuk 'Asma' versi sinetron.
- Tim WowKeren
- Selasa, 20 Oktober 2015 - 11:23 WIB
WowKeren - Sukses dengan filmnya, "Assalamualaikum Beijing" akan segera diangkat ke layar kaca. Sempat diputar di Festival Film Internasional, versi sinetron film ini akan diperankan oleh pemain yang berbeda dari filmnya. Rumah produksi SinemArt yang akan menggarap versi sinetronnya sedang membuka audisi untuk mencari pemeran baru.
Tim produksi sinetron ini dikabarkan membuka audisi untuk karakter Asmara, Dewa, Zonghwen, Sekar dan Ridwan. Diangkat dari novel karya Asma Nadia, pada versi film "Asalammualaikum Beijing" karakter tersebut diperankan oleh Revalina S. Temat (Asmara), Ibnu Jamil (Dewa), dan Morgan Oey (Zonghwen). Selain itu film ini juga menampilkan Laudya Cynthia Bella sebagai Sekar , dan Desta sebagai Ridwan.
Sinemart adakan Audisi Serial ASSALAMMUALAIKUM BEIJING 5 pemain utama, info di https://t.co/eD0FinV5Y2 https://t.co/6gE0VNIHk7 via @YouTube
— Sinemart Indonesia (@sinemart_ph) October 19, 2015
Mengetahui kabar tentang pergantian pemain "Assalamualaikum Beijing", penggemarnya mulai ramai membicarakan. Para netter berharap beberapa pemain tidak diganti. Mereka juga bertanya-tanya apakah syuting sinetron ini juga akan mengambil lokasi di kota Beijing, Tiongkok seperti dalam filmnya.
"Gw ngarepnya cung cung (Zonghwen) nya ga usah diganti,tetap Morgan," ujar seorang netter dalam forum Lautan Indonesia. "Waw pasti keren pengambilan gambarnya..Apalagi syuting beneran di beijing."
Sekedar mengingatkan, film "Assalamualaikum Beijing" mengisahkan seorang wanita bernama Ra yang dikhianati kekasihnya, Dewa, sebulan sebelum pernikahan. Dewa memilih menikahi Anita namun hanya sampai bayi mereka lahir. Ia berencana bercerai demi kembali pada Ra.
Di sisi lain, hadir tokoh Asma yang sedang meliput di China. Di sana ia bertemu Zhongwen, pemuda dengan rahang tegas dan mata cerdas yang bersinar lembut. Ra yang berusaha menutup hati untuk Dewa, dan Asma yang berjuang melupakan lelaki berahang kukuh yang diam-diam memujanya. Dua nama, satu cinta. Bersama, mereka mencoba menaklukkan takdir yang datang menyapa.
(wk/)