Pemerintah Tiongkok Akan Hapus Kebijakan Satu Anak
Dunia

Pemerintah Tiongkok akan mencabut kebijakan satu anak dalam satu keluarga.

WowKeren - Tiongkok merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terpadat di dunia. Oleh karena itu pemerintah memberlakukan kebijakan satu keluarga hanya satu anak untuk menekan populasi.

Jika melanggar kebijakan tersebut, maka akan dikenai sanksi. Mulai dari denda, pemecatan hingga harus melakukan aborsi. Peraturan tersebut diperkirakan telah menghalangi kelahiran 400 juta anak.

Menurut para aktivis, kebijakan tersebut menyebabkan tidak seimbangnya komposisi gender penduduk Tiongkok. Bahkan saat ini sebanyak 30 persen warga berusia 50 tahun lebih.

Kebijakan tersebut juga membuat banyaknya kasus aborsi berujung kematian, pembunuhan bayi perempuan dan kelahiran bayi perempuan yang tidak dilaporkan. Hal tersebut akhirnya membuat pemerintah merasa prihatin.


Sudah sejak dua tahun yang lalu Partai Komunis Cina sudah mulai melonggarkan kebijakan ini di beberapa provinsi. Jika satu di antara pasangan merupakan anak tunggal, mereka bisa memiliki dua anak.

Meski begitu, para pengamat berpendapat dihapuskannya kebijakan ini bisa jadi tidak akan mendorong pertumbuhan penduduk. Diperkirakan akan banyak orang yang tetap memilih satu anak karena norma sosial.

Sementara itu, kebijakan satu anak telah diberlakukan sejak 1979. Kebijakan ini membuat warga Tiongkok tidak bisa memiliki anak kedua tanpa membayar denda.

Di pedesaan, warga boleh memiliki anak kedua jika anak pertama mereka perempuan. Kaum minoritas juga diperbolehkan memiliki lebih dari satu anak.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!