Pak Raden yang pernah kehilangan hak cipta atas 'Unyil' tersebut juga sempat menjual lukisan dan karya seni lainnya.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 31 Oktober 2015 - 12:50 WIB
WowKeren - Meski populer terutama di era 1980-an, Pak Raden ternyata hidupnya jauh dari sejahtera. Di masa tuanya, pengisi suara di "Unyil" tersebut harus berjuang demi kehidupannya.
Pak Raden juga kehilangan hak ciptanya atas "Unyil". 1995, ia membuat kesepakatan penyerahan hak cipta atas nama Suyadi kepada Perusahaan Umum Produksi Film Negara (PPFN). Pada Pasal 7 surat perjanjian itu tertulis, kesepakatan kedua belah pihak berlaku selama lima tahun terhitung sejak perjanjian tersebut ditandatangani. Namun PPFN menganggap kalau penyerahan hak cipta tersebut berlaku selamanya.
Selama puluhan tahun, seniman bernama asli Drs Suyadi tersebut harus mengamen demi bertahan hidup, berobat dan mengurus hak cipta "Unyil". Ia juga sempat menjual lukisan bertema ksatria melawan raksasa "Perang Kembang" senilai Rp 60 juta yang ditawarkannya ke Balaikota DKI Jakarta ketika Joko Widodo masih menjabat sebagai gubernur.
Namun saat itu, Jokowi tak ada di kantor dan dia hanya ditemui Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Setelah dua minggu tanpa kabar, lukisan tersebut akhirnya dibeli namun oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
"Yang membeli akhirnya Pak Prabowo. Saya kurang paham dari mana beliau mengetahui niat saya ini, ujug-ujug utusannya datang dan saya menerimanya dengan suka cita. Urusan saya hanya berkarya, melukis, membuat buku dan mendongeng. Bukan urusan yang lain," ujar Pak Raden di 2012. "Pak Prabowo menyambut niat baik saya ini, dan tak ada alasan bagi saya untuk menolak niat baiknya ini."
Tiga tahun berselang, Pak Raden mendapat hadiah rumah di acara Silet Awards 2015. Ironisnya, beberapa hari sesudah acara Pak Raden justru masuk rumah sakit dan akhirnya wafat diduga karena sakit komplikasi.
(wk/)