Pemasangan chip ini diharapkan mempermudah Kemenag mengidentifikasi jemaahnya.
- Tim WowKeren
- Rabu, 04 November 2015 - 09:09 WIB
WowKeren - Tragedi Mina yang menewaskan 124 orang jemaah haji asal Indonesia membuat Kementrian Agama melakukan evaluasi mendalam. Apalagi adanya kesulitan saat melakukan identifikasi korban meninggal.
"Peristiwa di Mina, kami belajar bagaimana tahun depan harus bisa mengenali identitas," ungkap Menteri Agama Lukman Hakim Saifudding di Semarang, Selasa (3/11). "Evaluasi dari kami, apakah WNI jadi korban atau kesasar, entah ke mana itu kita gak bisa pantau."
Karena itu, pada tahun 2016 mendatang identitas calon jemaah haji harus diprioritaskan. Salah satu caranya adalah dengan memasangkan tanda elektronik pada identitas jemaah haji.
"Tahun depan, saya berharap tanda pengenal bisa dipasangi chip. Pemasangan itu penting untuk mengetahui jemaah haji berada di mana. Jadi bisa terus kita pantau," lanjutnya. "Kami berharap nanti bisa dipasangi chip. Sekarang hal itu sudah menjadi hal biasa."
Selain memasang chip, Kementrian Agama juga akan mengganti sistem kloter dengan sistem regu agar kontrol lebih intensif. Mereka juga akan memberikan pendampingan ekstra kepada jemaah yang memiliki risiko tinggi (risti).
"Melayani mereka layaknya banding 1:4. Jadi, beban petugas medis untuk jemaah risti semakin besar," imbuh Lukman. "Itu yang perlu diantisipasi ke depan."
(wk/)