Tim peneliti dari Amerika Serikat dan Tiongkok menemukan bahwa hewan ini bisa membuat limbah plastik terurai.
- Tim WowKeren
- Selasa, 17 November 2015 - 10:10 WIB
WowKeren - Pemanasan global bisa disebabkan karena berbagai hal, sebut saja yang populer seperti efek rumah kaca, emisi gas buang dan sampah. Sampah bisa jadi merupakan sumber terbesar mengingat banyaknya penggunaan produk-produk rumah tangga seperti pembungkus makanan dan sebagainya.
Salah satunya adalah limbah plastik yang tidak dapat dipungkiri menjadi momok masalah sampah di seluruh dunia. Hal ini karena bahan plastik membutuhkan waktu puluhan tahun agar bisa terurai.
Baru-baru ini, para ilmuwan akhirnya menemukan sebuah solusi untuk masalah sampah plastik global. Tim peneliti yang berasal dari Amerika Serikat dan Tiongkok menyebut jika larva serangga atau disebut juga dengan ulat, dapat mencerna plastik yang tidak dapat terurai (non-biodegradable plastic) seperti styrofoam.
Peneliti melakukan percobaan dengan memasukkan 100 larva (ulat) ke dalam wadah berisi 34-39 miligram styrofoam. Larva-larva tersebut mengkonsumsi sebagian styrofoam sebagai sumber makanan. Dalam waktu 24 jam, mereka mengeluarkan sisa bahan plastik yang terlihat mirip dengan kotoran kelinci.
Larva atau ulat tadi mengkonsumsi bahan plastik selayaknya makanan diet bagi mereka. Kotoran yang mereka hasilkan dari memakan plastik itu bahkan disebut aman digunakan sebagai pupuk.
Peneliti menjelaskan bahwa mikroorganisme dalam usus larva dapat menurunkan plastik menjadi karbondioksida dan mengubahnya menjadi nutrisi. Penemuan ini dinilai sangat penting lantaran berbagai risiko dan masalah kesehatan yang ditimbulkan limbah plastik. "Temuan kami ini membuka pintu baru untuk memecahkan masalah polusi plastik global," kata Wei Min Wu, salah satu peneliti di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Stanford.
(wk/)