Pemilik salon Blinks of Bicester ditangkap polisi gara-gara postingan di jejaring sosial Facebook.
- Tim WowKeren
- Selasa, 17 November 2015 - 13:38 WIB
WowKeren - Tragedi penyerangan kelompok militan ISIS di Paris pada Jumat (13/11) lalu mulai ditanggapi beragam opini. Sebagian menganggap kejadian tersebut sebagai teror dan mulai mengutuk pelaku, sementara yang lain menyerukan perdamaian.
Tindakan berbeda dilakukan pula oleh seorang wanita berusia 43 tahun di Thames Valley, Inggris. Lantaran sebuah postingan di akun jejaring sosialnya beberapa waktu lalu, wanita pemilik salon Blinks of Bicester itu ditangkap polisi.
Hal ini karena postingannya di Facebook dinilai sebagai tindakan rasis. "Blinks of Bicester tidak lagi menerima pelanggan dari siapapun yang beragama Islam, meskipun dia adalah orang Inggris pemilik paspor atau tidak," tulis wanita tersebut.
Postingan itu pun seketika direspon dengan berbagai kritikan dari netter. "Dan sekarang orang-orang meninggalkan salonnya karena alasan lucu itu," kata seorang netter. "Oh Blinks of Bicester, kau bodoh," ujat netter lain.
Kepolisian Thames Valley kemudian menangkap wanita tersebut lantaran menerima berbagai keluhan dari masyarakat. Polisi bahkan menjelaskan bahwa pernyataannya itu melanggar UU Ketertiban Umum yang berkaitan dengan ancaman tertulis, kasar atau menghina, serta ucapan menghasut. Meski demikian, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
(wk/)