Penemuan ini menjadi langkah awal untuk menemukan obat penghancur virus ini.
- Tim WowKeren
- Rabu, 18 November 2015 - 16:16 WIB
WowKeren - Obat penyembuh pecandu alkohol, disulfiram yang biasa dijual dengan nama Antabuse bisa jadi merupakan jalan untuk menyembuhkan penyakit AIDS. Pasalnya, para peneliti telah menemukan bahwa obat ini ternyata dapat "membangunkan" sel HIV yang tertidur, mengeluarkannya sehingga mereka bisa dihancurkan.
Sebenarnya, para ilmuwan telah menemukan sebuah obat bernama histone deacetylase yang dapat mengeluarkan sel HIV yang tertidur tetapi terlalu banyak racun yang menjadi efek samping dari obat ini. Itu membuat disulfiram sangat menjanjikan karena tidak ada efek samping berbahaya yang ditemukan.
"Percobaan ini menunjukkan bahwa disulfiram tidak beracun dan aman digunakan, dan sangat mungkin menjadi apa yang kita butuhkan," ungkap Sharon Lewin dari Universitas Melbourne kepada Reuters. "Dosis dari disulfiram yang kami gunakan menunjukkan lebih seperti sebuah gelitikan dibanding tendangan untuk virus, tapi ini sudah cukup."
"Meskipun obat ini hanya diberikan selama tiga hari, kami telah melihat peningkatan virus ini di dalam plasma darah, yang merupakan suatu kabar menggembirakan," lanjutnya. Obat yang ada selama ini hanya membuat sel HIV tidak menggandakan diri, tetapi pasien harus terus mengonsumsinya seumur hidup sebagai pencegahan jika virus aktif kembali muncul.
Setelah tim mengonfirmasi obat ini mengeluarkan sel HIV yang tertidur, mereka mengartikan adanya peningkatan gen HIV dalam penelitiannya menunjukkan bahwa sel ini telah diaktifkan. Langkah berikutnya adalah menemukan obat yang akan membunuh virus tersebut begitu mereka masuk ke aliran darah.
"Ini merupakan langkah penting bahwa kami bisa mendemonstrasikan kami dapat 'membangunkan' virus yang tengah tertidur dengan obat yang aman yang bisa diminum sekali sehari," ungkap Julian Elliot. "Sekarang kami harus bekerja untuk mengeluarkan sel yang telah terinfeksi. Memulai dari sistem imun mungkin membantu."
"Kami masih harus banyak belajar bagaimana cara menyingkirkan virus yang sangat cerdas ini," imbuhnya. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan disulfiram kepada 30 pasien positif HIV di Amerika dan Australia selama tiga hari. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa obat ini "membangunkan" sel HIV tanpa menimbulkan efek yang berbahaya.
(wk/)