Aoife membandingkan orang yang selalu terhubung teknologi dan yang jarang serta persepsi mereka soal waktu.
- Tim WowKeren
- Kamis, 19 November 2015 - 17:40 WIB
WowKeren - Seorang psikologis menemukan bukti bahwa kebiasaan kita menggunakan teknologi membuat otak semakin efisien mengolah informasi. Sebagai hasilnya, otak mengelabui kita untuk berpikir bahwa waktu berjalan lebih cepat dari yang seharusnya.
"Aku menemukan sebuah indikasi bahwa berinteraksi dengan teknologi dan kelompok orang-orang technocentric meningkatkan beberapa tipe pemacu di tubuh kita," ungkap Aoife McLoughlin dari Universitas James Cook Singapura. "Selain membuat kita bekerja lebih cepat, ini juga membuat kita merasa lebih ditekan oleh waktu."
Dalam penelitiannya, Aoife menemukan bahwa smartphone meningkatkan persepsi mengenai waktu yang bergerak lebih cepat. Dia meneliti sekelompok orang yang yang selalu terhubung dengan teknologi dan yang jarang menggunakannya dan membandingkan persepsi mereka mengenai waktu.
Hasilnya, mereka yang sering online atau berada di depan komputer maupun smartphone menaksir waktu lebih cepat dibanding mereka yang jarang menggunakannya. Jadi ketika berada di suatu ruangan, mereka berpikir satu jam telah berlalu padahal baru 50 menit.
Perbedaan ini akan membuat mereka merasa stres karena merasa kehabisan waktu dibanding rekan-rekannya. Saran yang sering diberikan mengenai masalah ini adalah kita harus mengambil waktu setidaknya sekali seminggu untuk melepaskan diri dari sosial media dan internet untuk memperlambat pemicunya.
Jadi berita baiknya adalah bahwa waktu tidak bergerak semakin cepat, tetapi hanya persepsi otak kita saja. Sedangkan berita buruknya adalah, kita terlalu sibuk menggunakan teknologi untuk menghargai waktu luang yang kita miliki. Sungguh ironi.
(wk/)