ISIS dinilai punya sumber daya yang cukup untuk melancarkan serangan ke negara-negara Uni Eropa.
- Tim WowKeren
- Senin, 07 Desember 2015 - 09:05 WIB
WowKeren - Usai penyerangan di Paris oleh militan ISIS 13 November lalu, pemerintah negara-negara Uni Eropa tampaknya semakin waspada. Bersama anggota parlemen, mereka mulai mengambil langkah antisipasi terhadap serangan serupa yang mungkin terjadi.
Baru-baru ini, Parlemen Eropa mengungkapkan laporan mengejutkan terkait perkembangan terbaru kelompok ISIS. Diungkapkan bahwa ISIS telah merekrut ahli kimia, fisika dan komputer untuk melancarkan serangan terhadap negara Barat dengan senjata pemusnah massal.
Pemusnah massal tersebut seperti senjata kimia, biologi, radiologi ataupun nuklir. Mengganggap diri belum siap akan kemungkinan serangan, pemerintah negara-negara Uni Eropa diharapkan segera memperingatkan warganya.
"Saat ini warga Eropa tidak dalam keadaan siap menghadapi kemungkinan serangan kelompok ekstremis yang akan menggunakan senjata kimia, biologi, radiologi, atau unsur nuklir," kata Wolfgang Rudischhauser, Direktur Pusat Persenjataan Pemusnah Massal NATO. "Dalam kondisi ini dampak serangan itu akan sangat buruk. ISIS saat ini sudah mempunyai pengetahuan dan pakar yang bisa memakai senjata kimia, biologi, radiologi dan unsur nuklir."
(wk/)