FBI Beri Peringatan, Densus 88 Berhasil Ringkus Terduga Teroris di Mojokerto
Nasional

Rencana aksi teror itu diketahui dari Intelijen Amerika Serikat atau FBI dan kepolisian Australia.

WowKeren - Sejak Sabtu (19/12) malam hingga Minggu (20/12) dinihari, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris di Mojokerto. Menurut keterangan dari Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, penangkapan tersebut terjadi berkat informasi pihak Intelijen Amerika Serikat (FBI).

"Kami mengetahui rencana aksi teror itu dari Intelijen Amerika Serikat atau FBI dan kepolisian Australia," ungkap Badrodin pada hari Minggu (20/12). "Kami dapat warning dari mereka."

Menurutnya, para teroris yang ditangkap merupakan pendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berencana melakukan bom bunuh diri di sejumlah wilayah di Indonesia. Sebagian dari mereka yang tertangkap telah menjadi anggota ISIS dan sebagian lain baru simpatisan.


Dalam aksinya tersebut, Densus 88 berhasil menangkap enam orang dari dua rumah yang diduga kuat sebagai tempat mengatur kegiatan terorisme. Penggrebekan itu dilakukan di Mojokerto, Jawa Timur. Dalam penangkapan pertama, Densus 88 mengamankan tiga pria dewasa, satu wanita dan dua anak-anak.

Tim Densus juga menemukan sejumlah barang seperti pupuk urea, paku, gotri, switching, parang, parafin, buku-buku panduan merakit bom, serta sebuah peta daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi. Setelah berhasil menangkap beberapa terduga teroris di rumah pertama, tim melanjutkan penangkapan di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Seorang tersangka bernama M Choirul Amin ditangkap bersama sejumlah barang bukti seperti buku jihad dan surat keterangan pindah palsu. Selain itu, tim Densus 88 juga menyita satu set komputer, sebuah laptop, dua hardisk, satu set stempel palsu, sebuah ponsel, tiga kardus ponsel dan dua buah pisau.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!