Irak Bersiap Rebut Ramadi, ISIS Cegah Warga Keluar dari Kota
Dunia

Menurut laporan dari intelijen, ISIS melarang warga keluar dari Ramadi untuk digunakan sebagai tameng manusia.

WowKeren - Tentara Irak telah bersiap untuk memulai serangan demi mendapatkan kembali Ramadi dari tangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ramadi merupakan sebuah kota di Irak bagian barat dan merupakan ibu kota provinsi Anbar yang telah jatuh ke tangan ISIS sejak 6 bulan lalu.

Persiapan serangan ini pun sudah dikonfirmasi oleh kepala pasukan Irak, Letnan Jenderal Otham Al-Ghanemi. "Ada operasi yang tengah berlangsung untuk mengontrol sektor sebagai persiapan penyerangan pusat kota dalam beberapa jam ke depan, Insya Allah," ungkapnya.

Rencana serangan Irak ini sendiri telah disebarkan melalui leaflet pada hari Minggu di wilayah Ramadi. Mereka meminta penduduk untuk segera meninggalkan kota tersebut dalam waktu 72 jam.


Namun demikian, ISIS dilaporkan berusaha mencegah warga untuk meninggalkan Ramadi sehubungan dengan rencana penyerangan tersebut. "Ada informasi dari intelijen di dalam kota bahwa mereka mencegah keluarga pergi, ISIS berencana menggunakan mereka sebagai tameng manusia," ungkap juru bicara Kementerian Pertahanan Naseer Nuri.

berdasarkan laporan situasi Irak yang dikeluarkan oleh Institut Studi Peperangan, sebagai upaya untuk mengurangi tekanan dari pasukan anti-ISIS di berbagai bidang, ISIS baru-baru ini telah meluncurkan berbagai serangan ke seluruh wilayah Irak. Grup teroris tersebut dilaporkan tengah bersiap untuk kembali melakukan serangan di Ramadi.

Pasukan keamanan Irak pun telah melakukan beberapa langkah signifikan di lini depan Ramadi, yakni menyingkirkan kelompok ISIS dari basis komando militer dan juga lingkungan di wilayah barat kota. Menurut intelijen Irak, setidaknya ada 250 hingga 300 militan ISIS yang bercokol di pusat kota Ramadi.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!