Otoritas Amerika Serikat tak memberikan penjelasan mengenai alasan pelarangan ini.
- Tim WowKeren
- Rabu, 23 Desember 2015 - 15:27 WIB
WowKeren - Beberapa keluarga muslim yang ingin mengunjungi Disneyland di Los Angeles terpaksa harus mengurungkan niatnya. Pasalnya, otoritas bandara Amerika Serikat di bandara Gatwick, London melarang mereka terbang karena kekhawatiran berlebihan terhadap serangan teroris.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS tidak memberikan alasan kenapa mereka menolak keluarga yang terdiri dari 11 orang tersebut meski mereka telah mendapatkan visa sejak 15 Desember. Hal ini lantas membuat sejumlah politikus Inggris merasa geram.
Dilansir dari The Guardian, mereka memperingatkan jika akan semakin banyak warga muslim Inggris yang akan dilarang menginjakkan kaki di Amerika tanpa diberitahu alasan yang jelas. Perwakilan Perdana Menteri Inggris, David Cameron pun berjanji untuk mengevaluasi kasus ini.
Perlakuan buruk terhadap muslim di AS semakin meningkat menyusul adanya penembakan San Bernardino yang dilakukam oleh sepasang suami istri muslim dan serangan Paris. Ditambah lagi propaganda yang dilakukan oleh bakal calon Presiden AS Donald Trump yang melarang muslim masuk ke AS.
Keluarga ini rencananya akan pergi ke California untuk mengunjungi sepupu mereka dan berlibur ke Disneyland serta Universal Studio. Namun, mereka tiba-tiba dilarang pergi tanpa alasan yang jelas. "Ini karena serangan di Amerika, mereka pikir setiap muslim itu mengandung ancaman," ungkap salah seorang anggota keluarga bernama Mohammad Tariq Mahmood.
Dua hari setelah keluarga Mohammad dicekal, seorang warga muslim Inggris yang juga seorang imam dan dosen bernama Ajmal Mansoor, asal Brisbol juga dilarang naik ke pesawat tujuan News York. Seorang anggota parlemen Inggris, Stella Creasy mempercayai jika hal ini diakibatkan oleh kurangnya informasi yang diperoleh pemerintah AS soal komunitas muslim Inggris yang merupakan bagian tak terpisahkan dari negara tersebut dan merupakan kelompok terhormat.
(wk/)