Dianggap Murtad, FPI Tuntut Mal Tak Paksa Pegawainya Pakai Atribut Natal
SerbaSerbi

Pihak FPI mengaku ingin menyelamatkan umat Islam dari pemurtadan melalui aksi orasi ini.

WowKeren - Para aktivis Front Pembela Islam (FPI) ramai-ramai mendatangi berbagai mal besar di Surabaya menjelang Natal dan tahun baru 2016. Dimulai dari Galaxy Mall di kawasan Surabaya Timur, FPI berorasi dan mengimbau agar umat Islam tak mengikuti serta menggunakan atribut Natal.

"Kami mengimbau pihak mal tidak memaksa pegawainya menggunakan atribut Natal bagi yang beragama Islam," seru seorang anggota FPI di depan Tunjungan Plaza, Rabu (23/12). "Karena dilarang berdasarkan fatwa MUI maupun imam empat mazhab."

Muhammad Khairudin selaku sekretaris FPI Jawa Timur mengungkapkan jika hal yang dilakukan pihak mal bisa dianggap murtad. "Berdasarkan mazhab Hanafi juga melarang karena bisa termasuk murtad. Kami ingin menyelamatkan umat Islam dari pemurtadan," ujarnya.


Khairudin juga menegaskan jika aksi yang digelarnya dengan belasan anggota ini bukanlah razia yang mengarah ke anarkisme. Mereka mengaku hanya berhenti di depan pintu mal untuk melakukan orasi. "Kami datang dengan santun," jelasnya.

Untuk melakukan orasi tersebut, Khairudin mengatakan jika FPI telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Setelah menggelar di Galaxy Mall, rombongan FPI dengan sepeda motor melanjutkan aksi di Grand City, Delta Plaza, Tunjungan Plaza, Ciputra World dan Lenmarc.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!