Peringati 100 Hari Meninggalnya Salim Kancil, Ini Pesan Menteri Marwan Jafar
SerbaSerbi

Menteri Marwan Jafar hadir di peringatan 100 hari meninggalnya Salim Kancil di Lumajang, Minggu (3/1).

WowKeren - Publik tampaknya belum melupakan pembunuhan kejam terhadap warga Lumajang, Jawa Timur bernama Salim Kancil. Salim Kancil telah dibunuh pada 29 September 2015 lalu akibat melakukan protes terkait keberadaan tambang pasir liar di dekat tempat tinggalnya.

Minggu (3/1) kemarin, masyarakat Lumajang pun menggelar peringatan 100 hari meninggalnya Salim Kancil. Acara yang diisi dengan istighosah itu juga dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

Di acara tersebut, Menteri Marwan meminta masyarakat mengenang Salim Kancil sebagai seorang pejuang melawan sikap aparatur daerah yang sewenang-wenang. Ia juga berpesan agar masyarakat terus peduli dengan desa dan lingkungannya.


"Saat mendapat undangan peringatan 100 hari meninggalnya Salim Kancil, saya langsung nyatakan akan hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat agar terus peduli dengan desa dan lingkungan," kata Marwan Jafar. "Salim sadar dampaknya tidak hanya hari itu saja tapi generasi mendatang akan bernasib lebih buruk jika lingkungan daerahnya rusak."

Selain itu, Marwan juga menjelaskan sebaiknya persidangan kasus pembunuhan Salim Kancil yang rencananya digelar di Pengadilan Negeri Surabaya dipindahkan ke Lumajang. Hal ini karena para saksi terdiri dari warga yang sebagian besar petani dan akses ke Surabaya dianggap akan membebani mereka.

Tak hanya Salim, warga lain yang turut menjadi korban penganiayaan adalah Tosan yang sempat kritis dan hingga kini kondisinya belum sepenuhnya pulih. Dari kasus pembunuhan dan penganiayaan tersebut, polisi telah menetapkan sejumlah tersangka yang salah satunya adalah Kepala Desa setempat.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait