Hubungan antara Arab-Iran memburuk usai Kerajaan Saudi memutukan untuk mengeksekusi ulama syiah.
- Tim WowKeren
- Senin, 04 Januari 2016 - 13:43 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, Arab Saudi mengeksekusi seorang ulama syiah pro-demokrasi Sheikh Nimr al Nimr. Akibatnya, banyak warga Iran yang mengecam tindakan Arab tersebut.
Bahkan Minggu (3/1), sejumlah demostran menyerang Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran, Iran. Menyusul kejadian tersebut, Saudi akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Iran.
Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir mengungkap bahwa perwakilan Iran diminta untuk keluar dari Arab Saudi dalam waktu 48 jam. Ia juga menambahkan jika pihaknya tidak akan membiarkan Republik Islam Iran mengganggu kedamaian dan keamanan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian juga memberikan tanggapan atas keputan Arab itu. Ia menyebut bahwa tindakan Arab tersebut tidak bisa menutupi kesalahanya mengeksekusi ulama syiah.
Sementara itu, Sheikh Nimr al Nimr adalah ulama syiah yang sangat kritis dan vokal di Arab. Ia bersama dengan tiga warga Syiah dan 43 anggota al-Qaidah di eksekusi pada Sabtu (2/1).
Eksekusi tersebut juga mendapat kecaman dari Sekjen PBB, Ban Ki-moon. Hal tersebut dianggap menimbulkan kekhawatiran terkait keadilan dalam pengadilan. Pihaknya juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan bisa mengendalikan diri.
(wk/)