Istri dan manajer menceritakan soal 'kebohongan' yang terpaksa dilakukan demi kebaikan Budi Anduk.
- Tim WowKeren
- Selasa, 12 Januari 2016 - 07:18 WIB
WowKeren - Budi Anduk yang wafat karena kanker paru-paru itu sudah dimakamkan di TPU Kampung Kemang, Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (11/1). Namun, ada sejumlah kisah sedih tentang perjuangan komedian "Tawa Sutra" itu sebelum meninggal.
Rupanya, Budi yang berjuang dengan penyakitnya itu kerap menolak diobati di rumah sakit. Diakui manajer Budi, Wawan, komedian berusia 47 tahun itu juga tak mau penyakitnya tersebut diketahui banyak orang.
"Untuk awal kami tidak mau membuka karena dipesan oleh Budi Anduk. Kemarin juga saya mohon maaf jika kami berbuat seperti itu (tidak memberitahu penyakit Budi) karena dipesan beliau jangan sampai ramai-ramai," terang Wawan saat jumpa pers di Bekasi. "Budi menderita ini udah lama. Tapi dia berjuang hidup sampai Lebaran kemarin. Pas itu sudah sempat dirawat di RS daerah Cirebon."
Sayangnya, Budi tak meneruskan pengobatannya hingga kondisinya drop 7 Januari lalu. Sampai-sampai keluarga harus berbohong agar Budi mau dibawa ke rumah sakit mengingat kanker yang diidapnya sudah stadium 4.
"Kadang kalau kita paksa ke rumah sakit, katanya dia bakal musuhin kita. Kamis malam, kita, temen-temen sampai mas Parto bawakan ambulans, kita bohongi Budi," terang Wawan. "Saya sampai nangis-nangis bujuk dia ke rumah sakit, tapi dia selalu bilang badannya sehat. Akhirnya kita bohongi Mas Budi kalau kita mau bawa ke rumah sakit cuma untuk diinfus supaya bisa makan, terus dia mau," ujar Neneng, istri Budi.
(wk/)