Bahrun Naim diduga menjadi otak di balik serangan teror bom di ibukota Jakarta pada Kamis (14/1) kemarin.
- Tim WowKeren
- Jumat, 15 Januari 2016 - 16:28 WIB
WowKeren - Nama Bahrun Naim mendadak populer belum lama ini terkait keterlibatannya dalam teror bom dan baku tembak di kawasan Sarinah, Thamrin, Kamis (14/1) kemarin. Pemilik nama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo itu menjadi sosok yang paling diburu polisi pasca diduga sebagai otak dibalik serangan tersebut.
Naim merupakan alumni mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo jurusan D3 ilmu komputer yang lulus pada 2005 silam. Semasa kuliah, pria 32 tahun ini dikenal aktif berorganisasi di kawasan kampus dengan menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Naim pernah di penjara selama 5 tahun atas tuduhan kepemilikan senjata api dan bahan peledak pada tahun 2010 lalu. Namun di pengadilan, Naim menolak mengakui amunisi yang ditemukan di tasnya dan mengklaim benda tersebut titipan dari temannya, Purnomo yang hingga kini masih buron.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution mengungkap jika Naim dan kelompoknya dulu merupakan anggota dari kelompok Jemaah Islamiyah. Sebagian kelompok tersebut kemudian ada yang bergabung mengikuti baiat (pelantikan/perekrutan) Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Salah satu syarat dari baiat yang dianjurkan oleh pimpinan ISIS di Raqqa, Abu Bakr Al-Baghdadi adalah menyerang tempat-tempat vital di negaranya. Naim dikenal aktif merekrut anggota baru melalui media internet daripada jalur pengajian dan pertemanan yang dianggap sudah basi.
Sementara itu, Naim dan anggota yang berhasil direkrutnya melakukan pelatihan di Poso dan daerah tersembunyi lainnya di Indonesia. Untuk masalah dana, Naim diyakini mendapat banyak kucuran dana dari jaringan ISIS di Suriah.
(wk/)