Gara-Gara Amerika, Gaji Militan ISIS Dipotong 50 Persen
Dunia

Pemotongan gaji militan ISIS sebanyak 50 persen diketahui dari dokumen yang mengklaim sebagai Kementerian Keuangan.

WowKeren - Baru-baru ini, muncul sebuah dokumen yang mengklaim berasal dari Kementerian Keuangan ISIS. Setelah diterjemahkan oleh peneliti dari Forum Timur Tengah, Aymenn Jawad Al-Tamimi, dokumen diketahui merupakan laporan dari Abu Muhammad al-Muhajir, Menteri Keuangan ISIS.

Dalam laporannya, al-Muhajir menyampaikan bahwa ISIS akan memotong gaji militannya karena sejumlah hal tidak terduga. "Karena beberapa hal tak terduga yang dialami, ISIS memutuskan untuk mengurangi setengah upah yang dibayarkan kepada semua mujahidin tanpa terkecuali, apapun jabatannya," tulis al-Muhajir dalam laporannya.


Dilansir dari CN Monitor, pihak yang mengaku salah satu lembaga ISIS tersebut tidak menyebut secara rinci alasan pemotongan gaji. Namun para ahli menyebut jika pemotongan gaji itu adalah imbas dari serangan udara koalisi yang dipimpin Amerika Serikat pekan lalu.

Tepatnya pada 11 Januari kemarin, koalisi serangan udara AS menggempur ISIS di pusat Mosul, Irak. Serangan tersebut menghancurkan sebuah bangunan yang diduga merupakan tempat penyimpanan uang tunai milik para militan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!