Master Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menilai pengguaan sianida untuk membunuh hanya mungkin dilakukan oleh pelaku yang punya otoritas khusus.
- Tim WowKeren
- Jumat, 22 Januari 2016 - 07:25 WIB
WowKeren - Sampai Jumat (22/1) pagi, polisi masih belum juga menetapkan tersangka dalam kasus kematian Wayan Mirna yang tewas usai meminum kopi. Tak hanya kepolisian yang terus mengusut kasus ini, ahli forensik juga ikut mengungkapkan alasan dibalik penggunaan sianida untuk menghabisi korban.
Dilansir dari Detik.com, Master Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menyebut bahwa pelaku tidak ingin aksinya terkesan frontal. Ia juga mengatakan, lantaran sianida sangat jarang digunakan untuk membunuh, ada kemungkinan pelaku bukan orang awam.
"Mengapa pakai racun? Karena pelaku tidak ingin melancarkan aksinya secara frontal. Jadi pelaku bersembunyi dan berjarak dengan korbannya," ungkap Reza. "Jadi, pelaku bukan orang awam atau biasa, melainkan orang dengan profesi, akses, atau otorisasi khusus."
Oleh sebab itu, penyidik tampaknya harus bekerja ekstra keras mencari motif pembunuhan Mirna. Pasalnya, Reza sempat menyebut kemungkinan pelaku salah sasaran dan tidak sebanding karena status sosial korban yang hanya orang biasa.
"Aneh bahwa sianida dipakai untuk menghabisi korban yang berstatus sosial biasa-biasa saja. Effort tak sebanding dengan nilai korban," imbuhnya. "Alhasil, kalau ini dianggap pembunuhan, maka pembunuhnya adalah orang dengan latar khusus. Atau, mungkinkah salah sasaran?"
Kematian Wayan Mirna yang sempat kejang usai menyeruput es kopi di Kafe Olivier memang masih menimbulkan tanda tanya. Sebelumnya, penyidik sempat memeriksa sejumlah saksi termasuk keluarga, rekan korban dan karyawan Kafe Olivier.
(wk/)