Tips untuk Orangtua Agar Kasus Pembunuhan Bocah SD Tidak Terulang
Nasional

Orangtua harus memperhatikan beberapa hal untuk mencegah kasus pembunuhan bocah SD di Depok terulang.

WowKeren - Kasus pembunuhan Jamaludin, bocah SD berusia 7 tahun di Depok tengah menjadi sorotan publik. Pihak kepolisian telah menangkap Januar Alfin alias Begeng atas dugaan menculik dan membunuh Jamal.

Kasus yang menimpa Jamal tersebut tentunya meresahkan para orangtua terutama yang ada di Jakarta. Apalagi, Begeng disebut-sebut telah mengawasi bocah itu sejak lama.

Kepala Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Erlinda mengatakan kasus seperti itu sebenarnya bisa dicegah dengan peran orangtua. Ia mengungkap ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengatasipasi hal tersebut.

Yang pertama adalah mengasuh anak sesuai dengan usianya dan juga mengawasi paparan media yang negatif. Bagaimana pun juga, anak-anak adalah usia yang rentan terpengaruh dan memiliki rasa penasaran tinggi.


Tidak hanya itu, orangtua juga harus memberikan pemahaman pada anak-anaknya. Terutama tentang cara menghadapi orang asing.

"Kejadian di Depok karena sang anak tidak dibekali (pemahaman). Kalau berteman dengan siapapun, diajak oleh siapapun, apalagi yang belum dikenal dekat, jangan mau. Itu harus ditanamkan orangtua," ujar Erlinda seperti dilansir dari Suara. "Misalnya bilang begini 'kakak harus ingat kalau belum kenal jangan mau'."

Erlinda juga menambahkan, jika peran pemerintah juga sangat penting untuk mencegah hal seperti ini terulang. "Pemerintah harus punya program yang utuh, ketahanan keluarga, bagaimana edukasi ke orangtua, bagaimana cara dekati anak, pola asuh seperti apa. Keluarga harus punya pemahaman," imbuh Erlinda.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!