Salah seorang polisi juga terkena luka tembak di bagian lengan saat baku tembak terjadi dengan terduga teroris.
- Tim WowKeren
- Senin, 15 Februari 2016 - 18:03 WIB
WowKeren - Tim Densus 88 Mabes Polri melakukan penggrebekan terduga teroris di Kelurahan Penatoi, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (15/2/2016), pukul 07:30 WITA. Saat penggrebekan, sempat terjadi baku tembak antara Tim Densus 88 dan para terduga teroris.
"Benar ada penggerebekan terduga teroris," ujar Kepala Polisi Resor Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail. "Namun itu kewenangan Densus Mabes Polri, kami di Polres Bima Kota hanya mengetahui, jadi kewenangan adadi Mabes Polri."
Berdasarkan informasi warga setempat, terjadi baku tembak yang cukup sengit antara Tim Densus 88 dan terduga teroris saat penggrebekan. Seorang terduga teroris berinisial FJ tertembak di dada dan meninggal dunia.
Sementara itu, salah seorang anggota polisi juga ikut tertembak di bagian lengan saat baku tembak terjadi. Penggrebekan itu juga berhasil menangkap dua orang terduga teroris lainnya. "Penangkapan itu dilakukan oleh densus Mabes Polri. Keduanya ialah FI dan S," ujar Nurman.
Proses penggrebekan ini dilaporkan terjadi di rumah orangtua FJ. Saat ini lokasi penggrebekan tersebut dijaga ketat oleh anggota Brimob. Polisi mengamankan berbagai barang bukti di tempat kejadian berupa telepon seluler dan pakaian.
Hingga saat ini polisi masih menyelidiki jaringan teroris para terduga teroris yang digrebek di Bima. Polisi menyelidiki keterlibatan terduga teroris dengan ISIS ataupun jaringan Santoso di Ploso.
(wk/)