Terus Melantur, Polisi Kesulitan Tanyai Pembunuh Mutilasi Kalbar
Nasional

Polisi merasa kesulitan memeriksa Brigadir Petrus karena omongannya yang melantur saat ditanya tentang peristiwa itu.

WowKeren - Polisi masih berusaha melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Brigadir Petrus. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Petrus membunuh dan memutilasi kedua orang anaknya, Febian (5) dan Amora (3).

Sayangnya, proses pemeriksaan Petrus menemui kendala. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat AKBP Supriyadi mengungkapkan polisi kesulitan menanyai Petrus karena kondisi psikologisnya. Saat ditanyai, pembicaraan Petrus kerap melantur dan tak fokus.

"Untuk pemeriksaan terhadap pelaku belum dilakukan," ujar Supriyadi pada Sabtu (27/2/2016). "Sebab saat ditanyai atau diajak ngobrol, dia masih mengambang. Terlebih ketika pembicaraan mengarah ke peristiwa itu."


Karena kendala inilah polisi akhirnya memutuskan untuk melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi terlebih dahulu. Polisi menanyai istri Petrus, tetangganya serta rekan-rekannya di kepolisian untuk kasus ini.

"Untuk saksi-saksi hari ini sudah ada yang diminta keterangan," tambahnya. "Seperti tetangga di TKP, diantaranya Kapolsek Menukung, Kasat Intel dan tetangga lain, serta istri pelaku."

Kondisi psikologis Petrus memang diduga tengah terganggu. Sebelum kejadian, ia sempat mengaku pada istrinya sering mendengar bisikan-bisikan. Petrus diduga menderita Schizophrenia sehingga tega membunuh dan memutilasi anaknya sendiri.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!