Sebelum Membunuh, Brigadir Petrus Melihat Puluhan Makhluk Kekar?
SerbaSerbi

Petrus mengaku melihat puluhan makhluk kekar tersebut seminggu sebelum tragedi mutilasi itu terjadi.

WowKeren - Pengakuan mengejutkan terus muncul dari bibir Brigadir Petrus Bakus yang tega memutilasi kedua anaknya yang masih bocah, Febian (5) dan Amora (3) di rumahnya, di asrama polisi Melawi. Petrus pun sempat diduga mengalami penyakit jiwa Skizophrenia hingga membuatnya tak bisa berpikir dengan jernih.

Namun Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto sempat menduga aksi Petrus yang seolah menderita Skizofrenia itu hanyalah kamuflase belaka. Menurut Arief, pembunuhan tersebut disebabkan karena cemburu. Petrus diakuinya sempat menyuruh orang lain untuk membuntuti sang istri, Windri. Merasa tak tahan, Windri pun disebut-sebut telah meminta cerai dari Petrus.


Kendati demikian, Arief tak menampik pernyataan Petrus yang mengaku melihat puluhan makhluk kekar di langit seminggu sebelum tragedi itu terjadi. Saat itu, Petrus meminta seseorang untuk membelikan sebuah parang dengan alasan untuk menebas rumput di halaman belakang. Saat memotongi rumput di belakang rumah itulah Petrus mengaku melihat awan hitam yang menyelimuti dirinya.

"Kata dia (Petrus), di dalam awan hitam itu ada puluhan makluk bertubuh kekar," ujar Arief dilansir JPNN pada Selasa (1/3). Sementara itu, jika terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana, Petrus bisa terjerat Pasal 480 KUHP sub Pasal 338 KUHP jo Pasal Perlindungan Anak dan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Ia pun terkena ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!