Semua ini dilakukan Twitter demi mempertahankan karyawan yang dimiliki.
- Tim WowKeren
- Senin, 14 Maret 2016 - 16:38 WIB
WowKeren - Berbagai cara dilakukan perusahaan untuk mempertahankan pekerjanya. Seperti yang dilakukan Twitter baru-baru ini demi membuat karyawannya betah bekerja.
Twitter menempuh cara yang luar biasa untuk "merayu" karyawannya agar betah bekerja. Tak tanggung-tanggung, Twitter menawarkan bonus USD 50.000 (Rp 652 juta) sampai dengan USD 200.000 (Rp 2,6 miliar). Tentu angka ini bukanlah jumlah yang sedikit untuk bonus seorang karyawan.
Tak hanya itu, Twitter juga tak ragu untuk membagikan saham kepada karyawannya. Padahal Twitter telah kehilangan dua pertiga nilai sahamnya sejak 52 minggu terakhir. Namun semua ini dilakukan demi mempertahankan karyawan yang dimiliki.
Jack Dorsey selaku CEO Twitter menyatakan bahwa pihaknya hanya berusaha untuk tetap menjalankan perusahaannya ke arah yang benar. Kemudian, Jack juga ingin memperbaiki moral karyawan usai mengalami kekacauan internal beberapa waktu terakhir.
Upaya bagi-bagi saham dan bonus sepertinya tak berlebihan. Mengingat Twitter sudah kehilangan beberapa manajer dan eksekutif belakangan ini. Twitter hanya tak ingin kehilangan lebih banyak lagi karyawan. Sehingga diambilah keputusan untuk membagi saham dan bonus bernilai miliaran itu.
(wk/)