Polantas Polresta Medan akan berkoordinasi dengan orangtua dan pihak sekolah, Kamis (7/4).
- Tim WowKeren
- Kamis, 07 April 2016 - 15:44 WIB
WowKeren - Selain memarahi Polantas saat dicegat ketika konvoi usai Ujian Nasional, seorang siswi SMA di Medan juga mengaku sebagai putri dari Irjen Arman Depari. Kasus pencatutan nama Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut rupanya berbuntut panjang.
Irjen Arman Depari telah menyanggah bahwa siswi tersebut putrinya. Polresta Medan akan memanggil orangtua siswi bernama Sonya Ekarina yang memarahi dan mengancam Ipda Perida Panjaitan itu.
"Rencananya, siang ini kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk siswi tersebut beserta orangtuanya," kata Kepala Polresta Medan Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto di Medan, Kamis (7/4). "Dari interogasi nanti, akan diketahui langkah-langkah berikutnya."
Mardiaz menuturkan, kasus pencatutan nama tetap akan diproses. Dia memastikan tidak akan ada diskriminasi dalam kasus ini.
"Seluruh personel di jajaran, diperintahkan untuk melakukan upaya-upaya persuasif kepada anak-anak SMA," ujar Mardiaz. "Begitu dihentikan, diimbau agar pulang ke rumah. Pak Irjen Arman Depari telah menelepon dan menyatakan tidak ada hubungan saudara dengan siswi SMA yang mengaku anak Pak Irjen Arman Depari."
(wk/)