BlackBerry CEO John Chen mengungkapkan bahwa dia tidak sembarangan memberi master key, dia melakukannya demi kebaikan bersama.
- Tim WowKeren
- Selasa, 19 April 2016 - 14:20 WIB
WowKeren - Beberapa saat lalu tersebar kabar bahwa BlackBerry Messenger (BBM) bisa diakses oleh Kepolisian Kanada. Kabar tersebut langsung menuai protes dari para pengguna BBM.
Namun kabar tersebut langsung disanggah oleh CEO BlackBerry, John Chen. Dia memberikan pernyataannya melalui blog Inside BlackBerry, Senin (18/4), bahwa yang ia lakukan adalah tugasnya sebagai "perusahaan yang baik".
John Chen menjelaskan memang memberikan master key kepada Kepolisian Kanada (Royal Canadian Mounted Police, RCMP). Namun hal tersebut dilakukan sebagai upaya BBM dalam membantu menangani kasus pembunuhan Salvatore Montagna "the ironworker", di Montreal yang dilakukan oleh mafia yang terjadi pada tahun 2010. Penyelidikan itu berlangsung sejak 2010 hingga 2012.
John Chen menegaskan bahwa yang dia lakukan adalah untuk kebaikan bersama. Dia juga menjelaskan bahwa tidak akan memberikan master key untuk kepentingan yang merugikan pengguna seperti mengganggu privasi warga sipil.
"Untuk BlackBerry, ada keseimbangan untuk melakukan suatu hal yang benar," tulis pernyataan. "Seperti membantu untuk menangkap penjahat dan mencegah penyalahgunaan wewenang pemerintah untuk mengganggu privasi warga. Termasuk ketika kita (BBM) menolak memberikan master key kepada pemerintah Pakistan untuk mengakses ke server kami."
(wk/)