Petinju Muhammad Ali Ternyata Pernah Pamer Tinju Kiri di Indonesia
Selebriti

Pertandingan di Indonesia itu menjadi salah satu yang paling diingat dalam sejarah bertinju Ali.

WowKeren - Petinju legendaris dunia, Muhammad Ali dikabarkan meninggal pada Jumat (3/6) waktu setempat. Ali meninggal pada usia 74 tahun.

Menurut buku The Mammoth Book of Muhammad Ali, karya David West, salah satu pertandingan Ali yang paling diingat adalah saat bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tahun 1973. Tiket masuk pertandingan yang disiarkan secara internasional itu bahkan ludes terjual.

"Salah satu hal yang paling diingat dari pertandingan ini adalah kapasitas Ali yang mampu menarik perhatian khalayak internasional. 35 ribu orang Indonesia datang untuk menonton," tulis David. "Ditambah pameran tentang Ali yang ikut menarik 45 ribu orang untuk datang melihat-lihat."

Saat bertanding di Indonesia itu, Ali memang tidak berada dalam kondisi terbaik. Meski begitu, Ali tetap bisa mengalahkan lawannya, Rudie Lubbers. Ali mampu membuat hidung Lubbers patah dan mata kanannya bengkak.


"Ali harus mengakui bahwa Rudie lebih tangguh daripada yang dia pikirkan. Rudie merasa sudah memberikan yang terbaik dan percaya bahwa Ali juga melakukan hal sama di pertandingan itu," tutur penulis buku bernama Joe Ryan. "Pertarungan dengan Ali memberikan Rudie 15 menit ketenaran. Dia akhirnya kembali ke jalur kejuaraan Eropa."

Dalam pertandingan tersebut, Ali lebih sering mengandalkan tinju kirinya. Hal itu karena ia ingin menyimpan tinju kanannya untuk lawan lainnya yakni Joe Frazier. "Saya harus menyimpan ini untuk Joe Frazier," ujar Ali saat itu.

Tinju kanan yang Ali simpan itu rupanya terbukti bisa mengalahkan Joe. Ali kemudian kembali menjadi juara dunia kelas berat setelah menumbangkan George Foreman di Kinshasa, Zaire tahun 1974.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!