Ketua Umum IDAI, dr Aman Bhakti Pulungan, mengungkap ancaman jika anak disuntik vaksin palsu.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 16 Juli 2016 - 09:46 WIB
WowKeren - Kasus vaksin palsu yang marak dibicarakan menimbulkan keprihatinan di kalangan dokter. Hal ini karena bahaya dari vaksin palsu itu perlu diwaspadai.
Diakui Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman Bhakti Pulungan, vaksin palsu menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan. Jika seorang anak tak mendapat vaksin yang asli, maka mereka juga tak mendapat antibodi.
"Ini bisa terjadi dan yang seharusnya anak dapat antibodi, ini tidak dapat," kata Aman. Yang tak kalah berbahaya, seorang anak bisa saja terkena infeksi apabila pembuatan vaksin palsu dilakukan dengan cara tidak steril.
"Kalau ini dilakukan dengan cara tidak steril, kemungkinan infeksi," serunya. "Seharusnya kalau infeksi akan terjadi infeksi akut."
Aman pun menyarankan agar sbeberapa sampel anak yang mendapat vaksin palsu bisa diperiksa. Tujuannya untuk mengetahui apakah perlu penyuntikan ulang atau tidak.
"Periksa antibodinya. Dari sampel yang kita duga, kalau antiobodinya masih ada, semua akan tenang," saran Aman. "Masalah hukum, kita serahkan ke bapak-bapak ini (Bareskrim)."
(wk/)