Gunung Tangkuban Parahu Keluarkan Asap Solfatara Berbahaya, Wisatawan Diimbau Tak Menginap
Nasional

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa status Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat kini masih ditetapkan pada level 1 alias normal.

WowKeren - Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat teramati mengalami perubahan sejak Sabtu (12/2). Meski demikian, Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan bahwa status gunung tersebut masih ditetapkan pada level 1 alias normal.

"Mengacu pada hasil pemantauan visual dan instrumental dan estimasi potensi ancaman bahaya terkini maka tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Perahu masih berada pada level I (normal)," jelas Kepala Badan Geologi Budi Eko Lelono dalam keterangan tertulis, Senin (14/2).

Meski demikian, masyarakat direkomendasikan untuk tidak turun ke dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati atau beraktivitas di sekitar kawah-kawah aktif lain di Gunung Tangkuban Parahu.

"Serta tidak diperbolehkan menginap atau berlama-lama berada di dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu," lanjutnya.

Menurut Budi, langkah tersebut dilakukan untuk mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik yang bisa terjadi secara tiba-tiba. "Agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa," jelasnya.


Tak hanya itu, rekomendasi tersebut juga dikeluarkan untuk mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului gejala peningkatan vulkanik yang jelas. Meski demikian, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu diimbau untuk tetap tenah dan beraktivitas seperti biasa.

"Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu," jelasnya. "Tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Tangkuban Parahu yang dikeluarkan oleh BPBD setempat dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat."

Sebagai informasi, Gunung Tangkuban Parahu mengeluarkan asap solfatara pada Sabtu lalu. Asap putih tersebut terpantau kamera pengawas dan gemuruh dilaporkan terdengar pada saat asap keluar.

"Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu mengeluarkan asap putih sedang disertai suara blazer di kawah Ecoma. Sekitar 100 meter dari dasar kawah," tutur Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Andiani.

Andiani menjelaskan bahwa asap tersebut merupakan gas yang berbahaya bagi makhluk hidup. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak mendekati bibir kawah untuk menghindari asap berbahaya itu.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait