Para jemaah umrah tersebut mendarat di Indonesia pada Minggu (13/2) dan langsung menjalani tes PCR setibanya di Jakarta. Dari total 124 jemaah yang menjalani tes PCR di Jakarta, ada 92 orang di antaranya yang dinyatakan positif COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 15 Februari 2022 - 11:51 WIB
WowKeren - Sepulang dari Arab Saudi, ratusan jemaah umrah asal Jambi dinyatakan terpapar virus corona (COVID-19). Para jemaah tersebut mendarat di Indonesia pada Minggu (13/2) dan langsung menjalani tes PCR setibanya di Jakarta.
Dari total 124 jemaah yang menjalani tes PCR di jakarta, ada 92 orang di antaranya yang dinyatakan positif terpapar COVID-19. Mereka langsung dikarantina di Wisma Atlet.
Sedangkan 32 orang jemaah lainnya kemudian langsung kembali ke Jambi. Namun sesampainya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mereka kembali menjalani tes PCR dan ditemukan ada 23 orang yang dinyatakan positif.
Mereka yang dinyatakan positif COVID-19 di Jambi lantas menjalani karantina di Mess PKK Tanhjabtim. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Tanjabtim, Sapril, total ada 115 jemaah umrah asal Jambi yang dinyatakan positif COVID-19.
"Ya benar ada, jumlah jemaah yang positif-covid-19 mencapai 115 orang diantaranya di Wisma Atlet 92 orang dan di Mess PKK Tanjabtim sebanyak 23 orang," ujar Sapril. "Jadi dari 124 orang, ada 9 orang jemaah yang benar negatif hingga sampai balik ke Tanjabtim dan selebihnya positif COVID-19 dan kita doakan selalu sembuh."
Lebih lanjut, Sapril mengungkapkan bahwa ratusan jemaah umrah yang positif COVID-19 ini membuat daftar kasus COVID-19 mengalami lonjakan yang signifikan. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Semoga Covid-19 berkurang dan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran COVID-19," tukasnya.
Di sisi lain, pemerintah baru saja mengumumkan pembukaan Bandara Juanda Surabaya untuk keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah serta warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI). "Pemerintahan membuka keberangkatan kedatangan jemaah umrah melalui Bandar Udara Juanda Surabaya," ujar Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali sekaligus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Adapun durasi masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang baru tiba di Indonesia kini dipangkas menjadi tiga hari. Namun karantina tiga hari itu hanya ditujukan untuk PPLN warga negara asing (WNA) ataupun warga negara Indonesia (WNI) yang sudah menerima Vaksin COVID-19 booster.
(wk/Bert)