KBRI Akhirnya Berhasil Pulangkan Dua Anak-Anak yang Ibunya Dideportasi Dari Malaysia
Nasional

Kabar bahagia datang dari KBRI Kuala Lumpur, di mana berhasil memulangkan WNI yang 'bermasalah' di Malaysia. Dua di antaranya merupakan anak-anak sekaligus adik kaka yang ibunya telah dideportasi sejak 2020.

WowKeren - Pada Rabu (16/2), Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur bekerja sama dengan KJRI Johor Bahru dalam rangka memfasilitasi pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) kelompok rentan yang terdiri dari empat anak-anak dan tiga wanita dewasa dari Malaysia melalui Pelabuhan Stulang Laut dengan menggunakan kapal feri tujuan Batam.

Dari empat orang anak-anak itu, diketahui dua di antaranya merupakan adik kakak yakni D (7) dan J (5). Keduanya diketahui terpisah dari ibunya lantaran dideportasi dari Malaysia. Berdasarkan keputusan dari Mahkamah Kanak-Kanak Ampang, Selangor, kedua anak tersebut diketahui dititipkan di Rumah Perlindungan Kanak-Kanak Tengku Budriah, Cheras.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di KBRI Kuala Lumpur, kedua anak-anak tersebut mengatakan ingin bertemu dengan ibunya. Sementara SH selaku ibunya, juga mengungkapkan keinginan untuk bisa bertemu dengan anak-anaknya. SH diketahui dideportasi sejak tahun 2020 lalu. Artinya sejak saat itu lah ia tidak bertemu dengan kedua anaknya.


"Melalui video call, SH berpesan kepada kedua anaknya bahwa dirinyalah yang akan menjemput mereka di Batam," tutur Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar dalam keterangannya di Kuala Lumpur, dilihat pada Kamis (17/2).

Yoshi mengatakan bahwa upaya pemulangan WNI itu merupakan respons cepat KBRI Kuala Lumpur terhadap pengaduan dari WNI tersebut terkait kasus yang mereka alami sejak awal Januari 2022 lalu. Adapun permasalahan yang dimaksud antara lain permasalahan keluarga, anak terlantar, dan perawatan bagi penderita diabetes akut.

Sebelum pemulangan WNI itu dilakukan, Yoshi mengatakan bahwa KBRI Kuala Lumpur telah menampung mereka di shelter sembari mengupayakan penyelesaian kasus mereka. Selain itu, KBRI juga telah memfasilitasi pembuatan dokumen kewarganegaraan berupa Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi anak-anak, fasilitas tes PCR, serta pembiayaan kepulangan ke Tanah Air.

Setelah tiba di Batam, kata Yoshi, KBRI Kuala Lumpur akan terus berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk memastikan proses pemulangan mereka ke kampung halaman masing-masing setelah menyelesaikan masa karantina.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait