Kenaikan harga sejumlah bahan pangan tampaknya tak bisa dihindari. Setelah sebelumnya kedelai mengalami lonjakan harga, kini giliran daging sapi dan cabai yang menyusul.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 23 Februari 2022 - 13:18 WIB
WowKeren - Masalah kenaikan harga bahan pangan tak terelakkan selalu terjadi setiap tahunnya. Setelah kedelai dan minyak goreng yang mengalami kenaikan harga, kini giliran daging sapi hingga cabai mulai menunjukkan tren naik.
Situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan, harga rata-rata nasional daging sapi kualitas-I pada Selasa, 22 Februari 2022 naik Rp 800 menjadi Rp 129.300 per kg. Sementara kualitas-II naik Rp 500 menjadi Rp 119.750 per kg.
Di Pasar Kramat Jati, kenaikan harga daging sapi dikeluhkan para pembeli. Terlebih sejumlah kebutuhan lainnya seperti cabai, bawang hingga tomat juga ikut naik.
Ranta Wijaya, pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati menyebut jika kenaikan harga dipicu oleh momen jelang bulan puasa. Di mana memang kenaikan seperti ini selalu terjadi setiap tahunnya.Harga daging sapi pun diprediksi bakal terus meroket ketika bulan puasa Ramadan tiba.
"Iya sekarang naik Rp 10 ribu, awalnya saya jual Rp 120 ribu. Kita di sini kan hanya menjual saja, dari bandarnya itu udah naik harganya. Ini kayanya karena mau puasa, memang setiap tahunnya juga mengalami kenaikan," ungkap Ranta di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (22/2).
Selain harga daging sapi, harga cabai rawit pun mengalami kenaikan Rp 15 per kilogramnya. Semula cabai rawit dijual dengan harga Rp 50 ribu kini merangkak naik menjadi Rp 75 ribu per kilogram.
Karena harga yang naik itu, para pedagang daging dapi di pasar Kramat Jati mengaku juga akan mogok jualan. Pasalnya, para pembeli juga mengeluhkan tingginya harga.
Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengatakan bahwa ia bersama pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait sejumlah pedagang daging di Ibu Kota akan melakukan aksi mogok dagang karena harga daging yang melambung tinggi.
"Kami mendapat laporan memang di beberapa titik akan melakukan aksi mogok dagang daging karena memang kita lihat di Jabodetabek ini cukup tinggi harga daging, bahkan ada yang mencapai 166.000 per kg.Maka kami melihat ini menjadi bentuk perhatian karena kita belum selesai menyelesaikan persoalan minyak goreng, kedelai, timbul persoalan baru yaitu pedagang ingin mogok berjualan daging," ungkap Reynaldi kepada wartawan, Selasa (22/2).
Tapi Reynaldi juga belum bisa memastikan mulai kapan, dan berapa lama para pedagang daging akan melakukan aksi mogok. "Kami sedang mengumpulkan beberapa informasi yang pasti terkait mogok dagang daging ini," pungkasnya.
(wk/amel)