Petugas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menemukan kerangka seekor Surili di Blok Sangiag Ropoh. Surili tersebut disebut mati saat berusia lebih dari 20 tahun.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 02 Maret 2022 - 17:46 WIB
WowKeren - Sebuah kerangka yang diduga merupakan seekor Surili ditemukan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Petugas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menemukan kerangka tersebut di Blok Sangiag Ropoh. Dugaan itu diperkuat dengan temuan fakta-fakta yang terkumpul di lokasi penemuan kerangka tersebut.
"Iya benar, petugas kami menemukan kerangka Surili di Blok Sangiag Ropoh di kawasan Gunung Ciremai. Hasil daripada peneliti tim, kematian Surili hingga menyisakan kerangka itu akibat lanjut usia atau sekitar umur lebih 20 tahun," ujar Teguh Setiawan selaku Kepala BTNGC Kuningan saat di konfirmasi pada Rabu (2/3) melansir Tribunews.com.
"Kemudian untuk Surili mati tersebut ditemukan diketinggian 2000 MDPL (Meter Dari Permukaan Laut) atau sekitaran Blok Sangiang Ropoh. Terus untuk kerangka Surili itu memiliki panjang tubuh 56 centimeter dan panjang ekor 62 centimeter," lanjutnya.
Teguh menegaskan, peristiwa kematian Surili akibat lanjut usia itu adalah kematian alami. Hal ini tidak berpengaruh terhadap populasi. Keberadaan Surili di habitat Gunung Ciremai memang masuk ke dalam kategori hewan langka dan terancam punah.
Berdasarkan kegiatan monitoring populasi Surili di tahun 2021 di seksi Majalengka dan seksi Kuningan atau di 14 site monitor, terpantau ada sebanyak 105 ekor surili yang hidup.
"Untuk struktur umur, Surili di kawasan Gunung Ciremai itu terbagi dalam golongan anak ada sebanyak 14 ekor, Surili Muda ada sebanyak 35 ekor dan Surili dewasa ada sekitar 56 ekor, dengan begitu jumlah total yang perjumpaan sebanyak 105 ekor," ungkap Teguh.
Mengenai karakter dalam habitatnya, Teguh menjelaskan bahwa Surili merupakan hewan yang hidup secara berkelompok. Sementara untuk kebiasaan dalam kelompok tersebut ada satu pemimpin kelompok alias mandah. Dalam persaingan untuk menjadi pemimpin, tak jarang surili yang kalah bakal hidup tersisih sampai mati.
"Pemimpin kelompok akan bersaing antar individu di kelompoknya sendiri, dalam persaingan tersebut itu akan bekelahi bahkan sampai mati kalau tidak mati yang kalah akan tersisihkan oleh kelompok sehingga dia soliter atau menyendiri sampai mati," pungkasnya.
(wk/amel)