Pihak lembaga permasyarakatan angkat bicara mengenai peran Angelina Sondakh di saat menjalani hukumannya atas kasus korupsi 10 tahun lalu. Kini, kebebasan Angie sudah ada di depan mata.
- Intan Maharani
- Rabu, 02 Maret 2022 - 17:58 WIB
WowKeren - Kebebasan Angelina Sondakh hanya tinggal menghitung hari. Setelah 10 tahun mendekam di penjara sebagai hukuman atas kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang, istri mendiang Adjie Massaid itu akan segera kembali ke masyarakat.
Bahkan kebebasan Angie rupanya membuat sedih warga binaan lain. Rupanya pihak Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Jakarta mengungkapkan apa saja peran Angie selama menanti hari-hari menjelang kebebasannya.
"Seperti yang sudah saya sampaikan, 10 tahun nih Mbak Angie. Termasuk senior di lapas nah ini banyak menginspirasi. Interaksinya sangat bagus dengan warga binaan, tidak pernah ada pelanggaran yang terjadi oleh Mbak Angie," terang Rika Aprinaty selaku KABAG Humas Ditjenpas Kemenkum HAM dalam video YouTube CumiCumi yang tayang pada Rabu (2/3).
Selama berada di penjara, terbongkar Angie rupanya membantu pihak lapas untuk mengajak lebih banyak narapidana atau warga binaan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang berguna. Selama berada di tahanan, warga binaan mendapatkan pembinaan seperti pengajian, pendidikan, dan keterampilan sebagai bekal hidup selepas bebas.
"Dia juga sudah bisa membantu kita, petugas lapas perempuan Jakarta khususnya untuk mengajak warga binaan untuk mengikuti pembinaan. Pembinaan kepribadian itu seperti pengajian, pendidikan, dan keterampilan," ungkap Rika Aprinaty.
Terkait kegiatan Angie selama di lapas, Rika Aprinaty tidak bisa menjelaskannya secara mendetail. Hal itu dikarenakan Angie tergolong aktif selama di lapas.
"Mbak Angie kan senang berkebun juga. Ada beberapa kegiatan dari Mbak Angie yang kalau mau kita sampaiin itu panjang banget. Banyak banget, kalau mau dibacain nih. Kegiatannya tuh melukis bersama, membatik, menjahit, mendesain busana," paparnya.
Dalam kesempatan ini, pihak lapas ingin memberikan informasi kepada masyarakat bahwa warga binaan tidak hanya berdiam diri menunggu bebas. Mereka juga punya banyak kegiatan untuk mengembangkan diri dan keterampilannya.
"Lapas Jakarta juga mau menyampaikan ini ke masyarakat, bahwa di lapas itu bukan cuma diem-diem aja. Nah itu beberapa kegiatan yang diikuti Mbak Angie dan insyaallah itu juga diikuti warga binaan di lapas Jakarta," imbuh Rika Aprinaty.
Selanjutnya, Rika Aprinaty berbicara mengenai kebebasan Angie dan remisi yang ia dapatkan. Atas pertimbangan-pertimbangan tertentu Angie mendapatkan keringanan selama tiga bulan sebelum bebas.
"Karena berkelakuan baik, mengikuti pembinaan dengan baik, bahkan bisa mengajak dan menginspirasi warga binaan yang lain. Sehingga memang Mbak Angie memenuhi persyaratan mendapatkan remisi dasawarsa dan diprogram untuk mendapat cuti menjelang bebas," jelasnya.
Menurut Rika Aprinaty, Angie di mata para petugas adalah sosok yang kuat lantaran bisa mengajak para warga binaan lain memperbaiki diri dan bangkit. Karena bagaimanapun juga, warga binaan adalah manusia biasa yang bisa merasakan sedih dan rindu di dalam penjara terlepas dari apapun kesalahan mereka. Rika juga berharap akan ada banyak warga binaan wanita yang tertular kekuatan Angie dalam menjalani hari-hari mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
"Tahun ini kemungkinan di bulan Maret Mbak Angie nanti bebas. Tapi bukan bebas murni. Karena Mbak Angie di kasusnya ini selama 10 tahun ini mendapatkan remisi tiga bulan. Remisinya itu adalah remisi dasawarsa diberikan kepada seluruh wargan binaan kasus. Selama 10 tahun sekali dapetnya. Itu dapat tiga bulan saja. Dari tiga bulan ini Mbak Angie berhak diprogramkan cuti menjelang bebas," papar Rika Aprinaty.
(wk/inta)