Muhammadiyah Imbau Umat Islam Tak Termakan Propaganda di Perang Rusia-Ukraina: Bukan Masalah Agama
Nasional

PP Muhammadiyah menyinggung adanya propaganda di balik perang Rusia dan Ukraina yang kini tengah berlangsung. Pihaknya pun mengingatkan agar umat Islam tak ikut terpengaruh.

WowKeren - Perang antara Rusia dan Ukraina telah memicu kekhawatiran global. Di tengah pertempuran tersebut, tak ayal berbagai macam pemberitaan juga muncul. Tak jarang informasi dan pemberitaan yang bernada propaganda dari kedua negara yang berseteru itu beredar di media massa.

Hal itu pun tampaknya menjadi perhatian tersendiri bagi salah satu organisasi Islam di Indonesia, Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta umat Islam tidak terpengaruh dengan propaganda internasional seputar perang Ukraina-Rusia saat ini. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir tampaknya ikut mengamati munculnya informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab seputar perang tersebut.

"Mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak terpengaruh oleh provokasi dan propaganda kedua belah pihak yang berusaha mencari dukungan politik internasional," ujar Haedar Nashir dalam pernyataan resmi PP Muhammadiyah, Jumat (4/3).

Haedar Nashir menekankan bahwa perang yang terjadi antara Ukraina dan Rusia bukanlah terkait masalah agama. Karena itu, Haedar Nashir memberikan imbauan pada umat Islam agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan tanpa termakan berbagai propaganda yang muncul.


"Peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama. Karena itu, masyarakat dan umat Islam, hendaknya tetap menjaga kerukunan dan persatuan," ungkap Haedar Nashir.

Haedar Nashir kemudian melanjutkan bahwa, upaya menjaga kerukunan dan persatuan itu dapat ditempuh dengan sejumlah cara. Salah satunya dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Meski begitu, PP Muhammadiyah juga tetap menyatakan sikap prihatin dengan adanya peperangan antara Rusia dan Ukraina. Pasalnya, perang bukan hanya menimbulkan perusakan fasilitas publik, tetapi juga menimbulkan korban jiwa. Haedar menegaskan bahwa perang bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan sebuah masalah.

"Sebagian korban adalah masyarakat sipil. Peperangan bukanlah jalan keluar menyelesaikan masalah," pungkas Haedar Nashir.

Seperti diketahui, konflik antara Rusia dan Ukraina akhirnya pecah pada Kamis (24/2) lalu. Peristiwa itu pun ikut menimbulkan kecaman dari warga dunia.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait