Pedagang bernama Mul mengatakan tidak ada perubahan harga meski mereka telah melakukan aksi mogok jualan. Menurut Mul, harga daging sapi kini masih sama seperti sebelum aksi mogok dilakukan.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 04 Maret 2022 - 17:42 WIB
WowKeren - Para pedagang daging sapi sempat menggelar mogok jualan pada 28 Februari hingga 4 Maret 2022 untuk memprotes kenaikan harga. Namun aksi mogok jualan tersebut dinilai tidak berguna oleh para pedagang sapi di Pasar Slipi, Jakarta Barat.
"Menurut saya enggak ada gunanya, karena kan kita mengharapkan harga daging turun," tutur salah satu pedagang sapi di Pasar Slipi bernama Adi, Jumat (4/3).
Aksi mogok jualan dinilainya justru membuat para pedagang daging sapi merugi. Adi mengaku bahwa seharusnya ia bisa menjual 5-6 kilogram daging sapi per hari.
"Saya jadi rugi jutaan rupiah karena mogok kemarin," ungkapnya.
Sebelum harga daging sapi naik, yakni saat masih di kisaran Rp 110 ribu per kilogram, Adi bisa menjual 10-20 kilogram daging per hari. "Sekarang sepi. Apalagi pas harganya masih Rp 140 ribu," ujarnya.
Sementara itu, pedagang lain bernama Mul mengatakan tidak ada perubahan harga meski mereka telah melakukan aksi mogok jualan. Menurut Mul, harga daging sapi kini masih sama seperti sebelum aksi mogok dilakukan. Hal ini membuat jumlah pelanggannya berkurang.
"Mogok dagang empat hari, tapi harga masih enggak berubah," jelas pria berusia 56 tahun tersebut. "Harga masih sama, masih Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu per kilogramnya. Enggak ada yang berubah."
Sedangkan pedagang daging sapi bernama Suminta mengaku kesulitan menjual daging seharga Rp 140 ribu per kilogram. "Kalau tahun lalu kan pas Lebaran itu bisa sampai Rp 150 ribu," ungkapnya.
Suminta juga khawatir harga daging sapi akan makin melonjak menjelang Lebaran tahun ini. Ia pun meminta pemerintah untuk mau membantu para pedagang daging sapi untuk menurunkan harga sehingga mereka mudah menjual dagangannya.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok daging sapi masih cukup. Pedagang daging sapi di wilayah Jabodetabek juga disebut sudah mulai aktif berjualan.
(wk/Bert)