Konflik ini bermula ketika Rektor ITB Reini Wirahadikusumah dinilai mencabut hak swakelola Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB tahun 2003 tanpa pemberitahuan dan kesepakatan.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 09 Maret 2022 - 15:47 WIB
WowKeren - Konflik antara dosen Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Rektor ITB terus berlanjut. Kekinian, mahasiswa diminta untuk belajar sendiri.
"Forum Dosen SBM ITB menyatakan tidak beroperasi seperti biasanya mulai Selasa, 8 Maret 2022. Proses belajar mengajar tidak dilaksanakan secara luring maupun daring, namun mahasiswa diminta untuk belajar mandiri," jelas perwakilan Forum Dosen SBM ITB, Achmad Ghazali, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (9/3).
Konflik ini bermula ketika Rektor ITB Reini Wirahadikusumah dinilai mencabut hak swakelola SBM ITB tahun 2003 tanpa pemberitahuan dan kesepakatan. Pencabutan hak swakelola tersebut tertuang dalam surat Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB Muhamad Abduh Nomor 1627/IT1.B06/KU.02/2021.
Bagi dosen SBM, surat tersebut membatalkan Peraturan Rektor sebelumnya yang bernomor 016/PER/I1.A/KU/2015. Padahal menurut pasal 2 ayat 3 pada peraturan itu, SBM bisa mengembangkan sistem manajemen mandiri atau swadana dan swakelola sejak didirikan pada 2003.
Pada November 2021 lalu, beberapa pihak yang menolak keputusan Rektor ITB itu tergabung dalam Forum Dosen SBM ITB dan berjumlah 90 orang. Mereka sempat membuat petisi pada November, namun kemudian dibalas oleh Peraturan Rektor 1162/IT1.A/PER/2021 yang menguatkan surat dari wakil rektor itu.
Pada 28 Februari 2022, forum dosen bersurat lagi ke Rektor ITB yang diteken oleh 55 orang. Rektor ITB dan dekanat juga sudah bertemu dengan delapan orang perwakilan Forum Dosen SBM ITB pada 4 Maret 2022.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyampaikan keinginannya masing-masing. "Jadi tidak ada semacam negosiasi atau pun jalan keluarnya, tidak ada hasil," tutur Ghazali.
Beberapa dosen lantas memutuskan penyesuaian layanan kepada mahasiswa terhitung sejak 8 Maret 2022. Sebagian dosen menyatakan tidak akan menerima mahasiswa baru hingga sistem normal seperti sebelumnya. Meski demikian, ada sebagian dosen yang tidak setuju dan tetap bersedia untuk melayani studi mahasiswa secara penuh.
Di sisi lain, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Naomi Haswanto menegaskan bahwa kegiatan perkuliahan mahasiswa SBM tetap berjalan seperti biasa. "Tidak berhenti, sekarang sedang daring," ungkap Naomi dilansir Kumparan.
Menurut Naomi, tidak beroperasi sementara yang dimaksud oleh Forum Dosen SBM ITB bukan berarti mogok keseluruhan atau tidak ada perkuliahan. Naomi menyatakan bahwa Forum Dosen SBM itu hanya mewakili sekelompok orang, bukan seluruh dosen di SBM ITB.
"Itu hanya sekelompok yang mengatasnamakan Forum Dosen," tukasnya.
(wk/Bert)