KAI Buka Pemesanan Tiket Mudik H-30, Lebaran Sudah Bisa Normal?
Instagram/keretaapikita
Nasional

Tiket kereta api untuk mudik Hari Raya Idul Fitri bakal tersedia mulai dari H-13. Di tengah aturan yang mulai longgar, apakah Ramadhan dan Lebaran kali ini bakal kembali normal?

WowKeren - Momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2022 tak terasa sudah ada di depan mata. Mengantisipasi hal itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan penjualan tiket untuk mudik Lebaran mulai dibuka pada H-30.

"Saat ini penjualan tiket KA masih sejauh H-30 keberangkatan di mana saat ini tiket yang dijual baru hingga keberangkatan 9 April," ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus di Jakarta, Kamis (10/3) melansir Antara.

Saat ini KAI masih mengikuti ketentuan yang diatur alam Surat Edaran (SE) Kemenhub No 25 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19. Sementara untuk persyaratan naik kereta api, KAI akan kembali melakukan penyesuasian jika ada aturan baru dari pemerintah terkait angkutan mudik Lebaran.

"Meski demikian, pelanggan tetap wajib mematuhi protokol kesehatan secara disiplin saat menggunakan layanan kereta api," jelasnya.

Tak hanya kereta api, aturan perjalanan terkait pandemi COVID-19 dengan berbagai moda transportasi juga mengalami pelonggaran. Lantas, apakah ke depannya bulan Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri bisa kembali dilaksanakan secara normal?


Menurut juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, kebijakan tersebut saat ini masih terus dievaluasi lagi. Hal ini tentunya menyesuaikan dengan tren dan kondisi laju penularan COVID-19 yang ada.

"Nanti kita lihat perkembangannya. karena masih terus kita evaluasi terus-menerus dan menyesuaikan tren dan kondisi yg ada," tutur dr Nadia dalam konferensi pers, Selasa (8/3).

Terkait mudik, dr Nadia mengungkapkan mungkin juga bisa dilakukan di tahun ini. Tapi hal itu juga bergantung pada kecepatan cakupan vaksinasi di Indonesia.

"Jadi, terkait melakukan ibadah Ramadhan, mudik, dan buka puasa bersama itu memungkinkan atau tidak kita lihat tergantung pada kecepatan cakupan vaksinasi. Kalau kita bisa mencapai 70 persen dari seluruh sasaran, termasuk pada anak-anak yang sebanyak 234 juta, mungkin kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan normal seperti lainnya," jelas Nadia.

Sementara itu, pakar epidemiologi Universitas Airlangga, Dr Windhu Purnomo mengatakan bahwa saat ini gelombang Omicron sudah melewati masa puncaknya. Jika tidak muncul varian baru, Purnomo optimis Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini bakal berjalan normal.

"Gelombang Omicron sudah melewati puncaknya pada 17 Februari 2022. Jika tidak ada varian baru yang muncul, Ramadan dan Idul Fitri bisa berjalan normal,” pungkas Windhu Purnomo di Surabaya, melansir Radarsurabaya.id.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait