Densus 88 kembali melakukan upaya penangkapan terduga teroris di Sukoharjo, Jawa Tengah. Sayangnya, terduga teroris tersebut tewas ditembak aparat usai mencoba melakukan perlawanan.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 10 Maret 2022 - 15:46 WIB
WowKeren - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali melakukan penangkapan pada terduga teroris. Kali ini, aparat terpaksa menembak satu orang terduga teroris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy membenarkan penindakan yang dilakukan personel Densus 88 pada Rabu (9/3) malam itu.
Iqbal menjelaskan pahwa terduga teroris tersebut dilakukan tindakan tegas dan terukur. Sehingga mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia.
"Jenazah yang bersangkutan sudah di bawa ke RS Bhayangkara di Semarang untuk diautopsi," ujar Iqbal di Kota Semarang, Provinsi Jateng, Kamis (10/3)
Penembakan itu dilakukan karena terduga teroris tersebut mencoba melakukan perlawanan saat kan diamankan. Dua anggota tim Densus 88 pun mengalami luka saat penangkapan terduga teroris tersebut. Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebut bahwa 2 anggota tersebut kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"2 anggota terluka saat melakukan penangkapan terhadap tersangka SU. Saat ini sedang mendapatkan perawatan di RS klinik Bhayangkara," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/3).
Ahmad Ramadhan menceritakan kronologi penangkapan terduga teroris berinisial SU tersebut. Ramadhan menyebut SU melakukan perlawanan secara agresif hingga mengakibatkan aparat terluka.
"Adapun saat penangkapan saudara SU dia melakukan perlawanan terhadap petugas secara agresif yaitu dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas yang sedang menghentikan tersangka," tutur Ahmad Ramadhan.
"Petugas yang naik di bak belakang mobil double kabin milik tersangka mencoba untuk memberikan peringatan namun saudara SU tetap menjalankan mobilnya dan melaju dengan kencang serta menggoyangkan setir ke kanan ke kiri atau gerakan zigzag yang tujuannya menjatuhkan petugas," lanjutnya.
Lebih lanjut, Ramadhan menuturkan kendaraan SU pun terhenti seusai menabrak kendaraan lain yang melintas. Karena itu, petugas pun langsung melakukan tembakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku hingga berakhir meninggal dunia.
"Dikarenakan situasi yang dapat membahayakan jiwa petugas dan masyarakat sehingga petugas melakukan upaya paksa dengan melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan tersangka dan mengenai di daerah punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah," ungkapnya.
"Kemudian petugas membawa tersangka ke RS Bhayangkara Polresta Surakarta untuk penanganan medis namun yang bersangkutan meninggal dunia saat dievakuasi," pungkas Ramadhan.
(wk/amel)