Banyak warga Lebak Banten yang kini menderita penyakit kelainan darah yang dinamakan Thalasemia. Terungkap pula bahwa penderita sakit Thalasemia di Lebak didominasi oleh anak-anak.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 17 Maret 2022 - 11:14 WIB
WowKeren - Ada fenomena tak biasa di Kabupaten Lebak, Banten. Ratusan warga Lebak Banten tercatat menderita kelainan darah, Thalasemia. Tercatat ada 845 warga Kabupaten Lebak Banten yang mengidap Thalasemia.
Thalasemia sendiri merupakan salah satu bentuk kelainan darah yang diturunkan dari orang tua. Pengidapnya, ditandai dengan kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin), dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Thalasemia perlu diwaspadai, terutama thalasemia yang berat (mayor), karena dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal jantung, pertumbuhan terhambat, gangguan hati, hingga kematian.
Perwakilan Komunitas Salam Setetes Darah (KSSD) Kabupaten Lebak, Mega Yulianti mengatakan bahwa para pasien Thalasemia itu membutuhkan donor darah setiap bulannya.
"Kita catat ada 845 warga Lebak yang mengidap penyakit thalasemia atau kelainan darah. Mereka membutuhkan transfusi darah setiap bulannya," ungkap Mega Yulianti pada Rabu (16/3), melansir Tribunnews.com.
Khusus untuk penderita Thalasemia, membutuhkan pengobatan transfusi darah setiap bulannya. Jika penderita thalasemia melakukan transfusi darah, maka akan mengalami kelelahan, pucat, dan sesak nafas. Bahkan, di kasus gejala besar, pasien Thalasemia bisa mengalami komplikasi jantung jika telat mendapatkan transfusi darah.
Mega menjelaskan bahwa saat ini penderita thalasemia di Lebak Banteng didominasi oleh anak-anak. Hal tersebut akan menjadi perhatian penting baginyadan KSSD.
"Jadi para pasien Thalasemia didominasi oleh anak-anak ini akan terus menjadi prioritas kami. Agar mereka bisa mendapatkan transfusi darah. Karena kalau telat sedikit saja bisa berbahaya, kemarin juga ada yang meninggal dunia karena telat penanganan," beber Mega Yulianti.
Untuk melengkapi kebutuhan para pasien Thalasemia, pihak KSSD secara rutin mengajak orang-orang untuk mau mendonorkan darah mereka. Mega berharap agar warga Kabupaten Lebak dapat lebih melek dan mau untuk mendonorkan darahnya untuk membantu para pasien Thalasemia.
"Insya Allah tercukupi, karena banyak warga juga yang suka rela menawarkan darahnya kepada kami untuk digunakan transfusi darah bagi para pasien Thalasemia," pungkas Mega Yulianti.
(wk/amel)