Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram akan melelang 10 buah merchandise dari MotoGP Indonesia. Hasil lelang tersebut akan ditujukan untuk amal.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 01 April 2022 - 15:33 WIB
WowKeren - Kementerian Keuangan sempat dituding hendak melelang barang pemberian pembalap MotoGP Mandalika untuk penonton. Menteri Keuangan Sri Mulyani lantas memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.
Melalui laman Instagram resminya, Sri Mulyani membagikan sejumlah headline media terkait isu ini. Salah satunya berbunyi, "Publik Geram Kemenkeu Lelang Barang Pembalap MotoGP dari Penonton, Ternyatan Begini Faktanya".
"Sebelum anda ikut MERASA GERAM dan terkena hasutan dan ikut komentar sinis akibat membaca berita-berita dengan judul bombastis dan negatif serta menyudutkan Kementrian Keuangan. Lebih baik dicek dulu penjelasan di bawah ini," tulis Sri Mulyani di laman Instagram-nya.
Menurut Sri Mulyani, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram akan melelang 10 buah merchandise dari MotoGP Indonesia. KPKNL Mataram sendiri merupakan kantor vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu.
"Barang-barang yang akan dilelang untuk amal tersebut terdiri dari beberapa kaus, baju, topi, dan sarung tangan bertandatangan para rider," papar Sri Mulyani. "Sebanyak tiga kaus dan tiga kemeja merchandise resmi dengan tanda tangan tiga pebalap: Marc Marquez (Honda), Pol Espargaro (Honda), dan juga juara MotoGP Indonesia, Miguel Oliveira (KTM)."
Merchandise yang akan dilelang tersebut didapatkan dari hasil kerjasama antara KPKNL Mataram dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Hasil lelang tersebut juga ditujukan untuk amal.
Menurut Sri Mulyani, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tak hanya ramah namun juga memiliki kepedulian sosial dan rasa gotong royong yang tinggi. Ia menegaskan bahwa barang yng didapat penonton dari pembalap MotoGP tetap menjadi milik penonton.
"Barang-barang merchandise yang dimiliki penonton yang diperoleh dari riders/pembalap tetap milik penonton," tegasnya. "Mari jaga Indonesia bersama dari berita-berita palsu, jahat dan negatif yang disebarkan untuk membuat keresahan."
(wk/Bert)