Crazy rich Grobogan ini merogoh kocek pribadi sebesar Rp 2,8 miliar untuk membangun jalan selebar 4,5 meter dengan panjang 1,8 kilometer. Selama ini, ia memang merasa kesulitan saat mudik karena jalan di kampung halamannya rusak.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 16 April 2022 - 10:57 WIB
WowKeren - Seorang pengusaha asal Grobogan, Jawa Tengah, bernama Joko Susanto rela merogoh koceknya sendiri untuk membangun jalan di kampung halamannya demi kelancaran mudik. Crazy rich Grobogan ini mengeluarkan dana Rp 2,8 miliar untuk membangun jalan selebar 4,5 meter dengan panjang 1,8 kilometer.
Selama ini, Joko memang merasa kesulitan saat mudik karena jalan di Desa Jetis, Kecamatan Karangayung, yang merupakan kampung halamannya tidak diperbaiki secara maksimal selama 20 tahun lebih. Jalanan itu disebutnya selama ini rusak parah, berlumpur, berlubang, dan berbatu.
Hal itu yang membuatnya memutuskan untuk membangun jalan penghubung tiga desa. Ketiga desa tersebut adalah Desa Welahan, Desa Jetis dan Desa Ngampu.
"Saya senang melihat warga yang kini berantusias menikmati jalan baru. Saya harap jalan ini berguna terlebih bisa meningkatkan perekonomian warga yang mayoritas petani," ungkap Joko kepada detikJateng, Jumat (15/4).
Meski kini menjadi crazy rich dan bisa membangun jalan sendiri, Joko rupanya membangun bisnis dari nol dan bahkan sempat menjadi seorang penjual koran. Kala masih duduk di bangku kuliah, Joko bekerja sebagai penjual koran untuk membantu memenuhi biaya studinya.
"Banyak perjalanan bisnis saya dari nol yakni jualan koran sampai saya merantau keluar kota hanya berbekal uang ratusan ribu dan tiga set pakaian saja. Tapi perjalanan itu membuat saya semangat sampai sekarang," paparnya.
Setelah lulus dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Joko menjadi seorang pegawai bank. Ia pun berhasil memberangkatkan kedua orangtuanya untuk menunaikan ibadah haji.
Setelah itu, ia mencona keluar dari zona nyaman dan megambil spekulasi untuk berbisnis. Akhirnya, Joko memberanikan diri membangun perusahaan perumahan. Berbekal hutang bank dan kepercayaan, Joko kini memiliki perumahan elite sendiri.
"Dari situ saat perekonomian perusahaan kami sehat, kami memberangkatkan haji karyawan kami. Dari situ saya belajar lagi dan mencoba membantu apapun itu untuk melihat keindahan sejati dari hati," pungkasnya.
(wk/Bert)