UGM Bersikap Soal Viral Dugaan Ujaran Kebencian Dosen Ke Ade Armando, Begini Tanggapan Kemendikbud
YouTube/CokroTV
Nasional

Seperti yang diketahui, Ade Armando merupakan korban pengeroyokan dalam aksi 11 April 2022 lalu. Belum lama ini, viral dugaan ujaran kebencian kepadanya yang dilakukan oleh dosen UGM.

WowKeren - Belakangan viral pria yang disebut merupakan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) yakni Karna Wijaya lantaran diduga melakukan ujaran kebencian kepada Ade Armando yang dikeroyok dalam aksi demonstrasi 11 April 2022 di sekitar gedung DPR RI.

Adapun dugaan ujaran kebencian itu tampak dari unggahan pemilik akun Twitter @MurtadhaO*** yang diduga berasal dari Karna Wijaya. Dalam unggahan tersebut, tampak kolase foto yang disebut sebagai ujaran kebencian kepada Ade Armando yang kini sudah hilang.

Menanggapi hal tersebut, pihak UGM pun diketahui akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Kabag Humas dan Protokol UGM, Dina W Kariodimedjo mengatakan bahwa pihak kampus telah mengetahui kasus dugaan ujaran kebencian tersebut.

"Kami ingin menginformasikan bahwa UGM memiliki Dewan Kehormatan Universitas yang akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran etika," ujar Dina kepada wartawan, Minggu (17/4).


Selain itu, Dina juga menyebut bahwa UGM selalu meminta agar sivitas akademikanya bijak dalam bermain media sosial. "UGM juga senantiasa mengingatkan kepada seluruh warganya untuk berperilaku sesuai dengan jati diri UGM dan menjunjung tinggi etika, termasuk dalam penggunaan medsos," papar Dina.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaa, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga menanggapi kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Ade Armando yang dilakukan oleh dosen UGM itu. Plt Direktur Jenderal Diktiristek Kemendikbudristek, Prof Nizam menyebut bahwa rektor UGM sudah turun tangan.

Kendati demikian, Nizam menyayangkan jika dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh pegian akademik, baik dosen maupun mahasiswa itu benar adanya. "Tentang ujaran kebencian, saya rasa tidak elok dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa," ujar Nizam kepada detikcom, Minggu (17/4).

"Terlebih di bulan suci Ramadhan yang seharusnya kita menjaga emosi, tutur kata dan tulisan kita," imbuh Nizam.

Sebagai pengingat, dalam aksi mahasiswa 11 April lalu, peristiwa nahas menimpa dosen Universitas Indonesia (UI) sekaligus pegiat medsos Ade Armando. Akan tetapi, sudah dipastikan bahwa yang melakukan pengeroyokan terhadap Ade bukan lah mahasiswa, melainkan oknum massa.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait