Angka Kasus Bunuh Diri di Malang Meningkat, Masalah Percintaan Jadi Salah Satu Pemicu
Nasional

Tingkat kasus bunuh diri di Kabupaten Malang tinggi dalam beberapa bulan ke belakang. Dua faktor yang menjadi pemicu bunuh diri di Malang yaitu faktor ekonomi dan percintaan.

WowKeren - Tingkat kasus bunuh diri di Malang Jawa Timur sedang tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu faktor yang menjadi pemicu aksi bunuh diri adalah ekonomi. Tapi tak hanya itu, masalah percintaan rupanya juga jadi faktor pemicu warga Kabupaten Malang mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara tidak wajar.

Rentang usia pelaku aksi bunuh diri di Malang pun cukup jauh. Antara usia 18 tahun hingga 60 tahun. Faktor ekonomi dan percintaan jadi pemicu utama terjadinya kasus bunuh diri.

"Bulan Februari kemarin yang tinggi dengan rentang usia antara 18 tahun hingga 60 tahun. Pemicunya karena faktor ekonomi dan percintaan," ujar Kasie Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik ketika dikonfirmasi pada Kamis (21/4).

Menurut Iptu Ahmad Taufik, daerah yang sering dijumpai peristiwa bunuh diri berada di wilayah Malang Selatan.Meski begitu, Iptu Ahmad Taufik belum bisa memberikan informasi lebih detail mengenai data jumlah kasus bunuh diri yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

"Catatan berapanya saya belum menghitung, namun berdasarkan pantauan saya ya bulan Februari. Kalau dihitung jumlah kejadian dari akhir tahun 2021 hingga sekarang sekitar 10 orang," papar mantan Kanit Turjawali Polres Malang tersebut.


Meski begitu, Iptu Ahmad Taufik menjelaskan bahwa pihak kepolisian sempat menggagalkan aksi bunuh diri dan menyelamatkan nyawa korban. Aksi bunuh diri yang berhasil digagalkan tersebut rata-rata dipicu masalah percintaan.

"Ada beberapa masalah percintaan yang memicu aksi bunuh diri kami sempat menyelamatkannya," ungkap Iptu Ahmad Taufik.

Selain itu, Iptu Ahmad Taufik juga menyampaikan bahwa polisi membuka pintu bagi masyarakat yang ingin mendapatkan penanganan psikologis untuk mencegah tindakan bunuh diri. Taufik memeberi tahu bahwa masyarakat dapat menghubungi layanan Soegab Malang dengan nomor 0811-48-2000.

"Kami selalu melakukan himbauan kepada masyarakat. Kita juga bekerjasama dengan Pemkab Malang dan stakeholder. Kami memiliki call center bernama Soegab Malang. Jadi segala gangguan kamtibmas bisa langsung menghubungi nomor tersebut," jelasnya.

Taufik juga mengungkap jika polisi rutin menggelar santunan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Bakti sosial kita laksanakan untuk mengurangi angka bunuh diri juga," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait