Hak Interpelasi dan Pembangunan Masih Jadi Polemik, Penjualan Tiket Formula E Mundur Lagi?
Unsplash/Fabrizio Russo
Nasional
Kontroversi Formula E

Tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta hingga kini masih berpegang teguh pada pendiriannya menolak hak interpelasi Formula E. Sedangkan fraksi PSI hingga kini masih mendorong rencana pembukaan kembali rapat interpelasi Formula E.

WowKeren - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung rencana pembukaan kembali rapat interpelasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal Formula E. Anggota DPRD DKI Fraksi PSI, Idris Ahmad, menyatakan bahwa fokus mereka terkait Formula E bukan soal ajang balapannya, melainkan penggunaan anggaran, kajian, dan keuntungan dari pergelaran itu bila dikerjakan beberapa tahun.

"Sebenarnya dari pertama fokusnya bukan masalah balapannya. Fokus interpelasi ini bukan fokus pada balapannya, tapi fokus pada penggunaan uangnya," ujar Idris kepada awak media, Rabu (20/4).

Idris mengaku tak mempermasalahkan apabila ajang Formula E tetap digelar pada 4 Juni 2022 mendatang. Namun ia mengungkapkan bahwa PSI pada prinsipnya hanya menuntut pertanggungjawaban penyelenggara terhadap penggunaan APBD DKI sebesar Rp 560 miliar untuk commitment fee.

"Jadi mau nanti balapan berjalan dan selesai, kami tetap mempertanyakan. Karena itu tanggung jawab Rp 560 miliar yang dipakai dari APBD dispora untuk membayar commitment fee," katanya.

Namun tujuh fraksi DPRD DKI hingga kini masih berpegang teguh pada pendiriannya menolak hak interpelasi Formula E. "Kami hingga saat ini tetap berpendirian tidak ikutan mengenai hak interpelasi Formula E. Saya rasa sudah cukup diakhiri saja drama ini," tutur anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra, Syarif, Kamis (21/4).



Diketahui, tujuh fraksi di DPRD DKI yang menolak hak interpelasi Formula E usulan PDIP dan PSI adalah Partai Gerindra, PKS, PKB - PPP, Golkar, Nasdem, Demokrat dan PAN. Ia berharap agar proses interpelasi Formula E tak lagi dilanjutkan para pengusungnya mengingat jadwal penyelenggaraan ajang balap mobil listrik itu semakin dekat.

"Kami tetap pada pendirian kami semula, tidak akan ikut. Kalau mereka (PDIP dan PSI) masih bersikeras silakan saja, nanti dalam rapat paripurna dilihat mana fraksi yang setuju dan yang tidak setuju dengan hak interpelasi tersebu," terangnya.

Selain polemik interpelasi, pembangunan fasilitas pendukung di lintasan Formula E kawasan Ancol, Jakarta Utara, masih dalam pengerjaan. Beberapa fasilitas pendukung antara lain tribun penonton, paddock atau garasi tim pembalap, dan jembatan. Adapun pengaspalan lintasan sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) sendiri telah rampung.

Di tengah polemik interpelasi dan pembangunan, penjualan tiket Formula E Jakarta juga menjadi sorotan karena mundur dari target awal. Sebelumnya, penjualan tiket sempat dijadwalkan pada Februari 2022 namun mundur menjadi Maret 2022.

Kemudian rencana tersebut kembali diundur. Yang terbaru, tiket Formula E rencananya mulai dijual pada awal Mei 2022 alias sekitar sebulan sebelum acara balapan dimulai.

Meski sempat mundur beberapa kali dari jadwal, panitia Formula E tetap optimis tiketnya akan laku terjual. "Optimis (habis), sebenernya Formula E kan bukan hanya event balapan saja. Jadi Formula E Jakarta ini memang sejatinya festival, sifatnya sustainability dan masa depan," ujar Vice President Communication Organizing Committee Formula E Jakarta Iman Sjafei kepada Bisnis.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts