20 Warga Bima Alami Demam Hingga Kaku Seluruh Badan, Serangan Chikungunya Kembali
Pixabay/41330
Nasional

Warga Penaraga, Bima, kini mulai dijangkiti penyakit chikungunya. Penyakit itu kini telah menjangkiti 20 warga Penaraga dengan menunjukkan sejumlah gejala khas.

WowKeren - Nyamuk jadi ancaman tersendiri di sejumlah negara beriklim tropis, termasuk Indonesia. Pasalnya, nyamuk tak jarang menjadi sumber sejumlah penyakit serius, mulai dari demam berdarah dengue, malaria, atau chikungunya.

Baru-baru ini, puluhan warga di Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima, ditemukan terjangkit chikungunya. Warga di Rt 03 Kelurahan Penaraga ini, awalnya dilaporkan tujuh orang saja yang terjangkit. Tapi ternyata total ada 20 orang warga yang terjangkit chikungunya.

"Tapi setelah kita turun, ternyata banyak. Totalnya ada 20 orang," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Ahmad, pada Selasa (10/5).

Warga yang terdeteksi chikungunya tersebut mengalami sejumlah gejala. Mereka rata-rata mengalami gejala demam, nyeri pada persendian hingga kaku pada seluruh badan seperti mengalami kelumpuhan.

Diketahui bahwa hal-hal tersebut merupakan gejala khas yang terjadi pada orang terjangkit chikungunya. "Itu adalah gejala khas dari chikungunya," ungkap kata Ahmad.


Sementara itu, sejauh ini, kasus chikungunya yang sudah menyerang 20 warga Kecamatan Penaraga tersebut belum terdeteksi di wilayah lain yang ada di Kota Bima.

Diketahui bahwa jika melihat sejarah, Kota Bima sendiri rupaya juga pernah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus Chikungunya. Kejadian itu terjadi pada tahun 2008 - 2009 lalu.

Saat itu hampir seluruh wilayah di Kota Bima, terdapat kasus yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut. "Nah baru muncul sekarang lagi," sebut Ahmad.

Ahmad mengingatkan bahwa pertumbuhan dan penularan chikungunya ini, sangat bergantung pada kebersihan lingkungan. Khusus di Kelurahan Penaraga, jika melihat lingkungannya maka sangat berpotensi berkembangnya penyakit musiman seperti chikungunya.

Bahkan dalam lingkungan tinggal warga, ada kandang ternak sehingga membuat lingkungan tidak sehat. Ahmad berharap, chikungunya ini tidak meluas ke wilayah lain. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk dilakukan.

"Mudah sekali caranya, lakukan tiga M. Yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur wadah atau apapun yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti," pungkas Ahmad.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait