Warga Jaksel Alami Sakit Misterius Diduga Akibat Virus dari Tikus, Masih Tunggu Hasil Penelitian
Unsplash/Dave Alexander
Nasional

Belasan warga di Jakarta Selatan mengalami penyakit misterius yang belum diketahui penyebabnya. Tapi diduga penyakit tersebut berasal dari virus pada tikus.

WowKeren - Sejumlah warga di Jakarta Selatan (Jaksel) mengalami penyakit dengan penyebab yang misterius. Mereka mengalami demam yang diduga disebabkan terpapar virus dari tikus. Kasus tersebut terjadi di RT 08 dan RT 10 di RW 02 Kelurahan Cipete Selatan, Cilandak, Jaksel.

"Itu memang, semacam panas, demam tinggi, terus sehari kemudian dia keluar warna merah bercak-bercak merah. Kalau orang dulu bilangnya campak terus badannya pada ngilu-ngilu, umumnya gitu," kata Ketua RT 08, M Sofyan, kepada wartawan, Selasa (31/5).

Delapan warga yang mengalami gejala tersebut telah dibawa ke puskesmas dan rumah sakit (RS) terdekat. Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) masih menelusuri penyebab dari penyakit tersebut.

"Jadi sebenarnya lebih dari delapan orang, cuma ada sebagian berobat di rumah sakit biasa gitu. Kalau yang puskesmas yang terdata itu dengan puskesmas dari warga saya 2 orang, dari warga RT 10 2 orang. Jadi total semuanya 4 orang," ucap Sofyan.

Sementara itu, Muhammad Saihu, ketua RT 10, juga turut memberikan penjelasan. Muhammad Saihu menyebut ada 12 orang warga di Rukun Tetangganya yang menderita penyakit tersebut.


"Warga saya sekitar dua belas orang. Lalu di RT 8 ada kurang lebih empat orang," ungkap Saihun pada Rabu (1/6), melansir Wartakotalive.com.

Saihu pertama kali mengetahui adanya warga yang diduga terpapar virus dari tikus itu menjelang akhir puasa atau sekitar tanggal 28 April 2022. Awalnya, warga yang terpapar itu mengalami meriang, bercak merah di kulit, hingga badan terasa ngilu.

"Untuk warga kita ini, pada saat itu memang sakitnya sama, ciri-cirinya sama. Dia mengeluarkan bintik-bintik, dia kadang ngilu, demam," ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan sempat datang ke rumah warga tersebut pada Selasa (30/5). Kedatangan mereka untuk mengambil sampel dari tikus yang diduga jadi penyebap sakit warga di RT 08 dan 10 RW 02. Saihu mengatakan, hasil pengambilan sampel dari tikus itu akan keluar selama satu minggu ke depan.

"Tikus yang diambil sampel itu mulai dari darahnya, ginjalnya sampai disuntik juga sebelumnya dan ada juga jantungnya yang diambil," ungkap Saihun.

"Kita menunggu hasilnya itu seminggu dari IPB. Jadi dari pihak puskesmas kami pun belum bisa menyatakan kalau itu virus yang ditularkan oleh tikus. Hingga dari pihak IPB-nya memberikan hasil lab itu, baru kita akan kedepannya bertindak bagaimana kita mengantisipasinya," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait