Nantinya, KA jarak jauh akan berhenti di Stasiun Manggarai dan Stasiun Gambir hanya akan diprioritaskan untuk melayani KRL saja. Hal ini membuat nasib Stasiun Gambir yang selama ini telah menjadi salah satu ikon Jakarta dipertanyakan.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 07 Juni 2022 - 13:01 WIB
WowKeren - Stasiun Manggarai rencananya akan dijadikan stasiun pusat yang menghubungkan antar jalur kereta dan melayani kereta jarak jauh, KRL, serta KA Bandara. Revitalisasi stasiun tersebut pun masih terus dilakukan oleh PT KAI.
Nantinya, kereta jarak jauh akan berhenti di Stasiun Manggarai dan Stasiun Gambir hanya akan diprioritaskan untuk melayani KRL saja. Hal ini membuat banyak pihak mempertanyakan nasib Stasiun Gambir yang selama ini telah menjadi salah satu ikon Jakarta.
Adapun Stasiun Manggarai yang masih dalam proses revitalisasi baru-baru ini sempat disorot karena terjadi penumpukan penumpang. Sejumlah pengguna Stasiun Manggarai menyebut akses ke stasiun tersebut sangat macet.
Salah seorang pengguna KRL bernama Arya Dhika mengungkapkan bahwa perjalanan menuju Stasiun Manggarai yang dilaluinya hampir setiap hari selalu menguras emosi meski rumahnya hanya berjarak tiga kilometer. Ia biasa menitipkan kendaraannya di halaman parkir motor Stasiun Manggarai yang hanya bisa memuat sekitar 250 unit sepeda motor.
"Enggak nyaman banget. Parkirannya menurut saya terlalu kecil buat stasiun sebesar itu. Kan setiap hari penumpangnya makin banyak," tutur Arya kepada detikcom.
Adapun para supir bajaj dan ojek dinilai kurang patuh hingga membuat jalanan di depan Stasiun Manggarai hanya bisa dilewati satu kendaraan roda empat saja. Arya bahkan sempat terjebak macet total sepanjang hampir dua kilometer hingga ketinggalan kereta.
"Baru berangkat masih seger, begitu sampai kantor udah keringetan," katanya.
Oleh sebab itu, Arya tak bisa membayangkan saat Stasiun Manggarai menggantikan tugas Stasiun Gambir untuk kereta jarak jauh sepenuhnya. "Sekarang cuma beradu sama penumpang doang, nanti ditambah beradu sama penumpang bawa koper segede gaban. Ini kaki aja udah sering diinjek penumpang lain, tambah lagi diinjek koper," ujarnya.
Stasiun Manggarai rencananya akan melayani kereta jarak jauh di tahun 2025. Ada wacana Stasiun Gambir akan dijadikan opsi naik turun KRL Jabodetabek.
Seorang penumpang kereta jarak jauh yang sudah sering ke Stasiun Gambir mengungkapkan bahwa stasiun tersebut paling nyaman untuk perjalanan jarak jauh. Di musim puncak Lebaran misalnya, Stasiun Gambir bisa melayani 17 ribu hingga 21 ribu orang per harinya.
"Kalau menurut saya udah paling enak di Stasiun Gambir untuk jarak jauh. Kalau lagi musim mudik aja di tempat nunggunya penuh sekali," ujar penumpang bernama Eka Prasetya tersebut. "Di Gambir mau cari taksi online juga lebih gampang. Jalan utamanya besar dan enggak serem kalau mau pulang malam. Kayaknya di Manggarai masih agak rawan."
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, telah menyatakan bahwa Stasiun Gambir saat ini masih beroperasi seperti biasa. "(Sampai saat ini) masih melayani jarak jauh," ujar Adita kepada Kompas.com, Senin (6/6).
Ia menambahkan bahwa sesuai rencana awal dan desain yang ada, kereta jarak jauh akan berhenti di Stasiun Manggarai. Meski demikian, Adita tidak bisa memastikan kapan pembangunan Stasiun Manggarai selesai.
(wk/Bert)