Pasangan suami istri di Probolingo jadi korban pengeroyokan massa akibat isu punya ilmu santet. Rumah pasangan itu pun juga ikut dirusak oleh puluhan massa.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 08 Juni 2022 - 14:07 WIB
WowKeren - Sepasang suami istri di Desa Alas Tengah, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, jadi korban aksi main hakim sendiri oleh warga. SN (66) dan MM (62) dikeroyok puluhan warga lantaran dituduh memiliki ilmu santet.
Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengungkapkan, aksi pengeroyokan itu bermula saat ada seorang warga setempat, yakni (RKY) menderita sakit selama satu bulan dengan kondisi perut membesar. Kemudian, seorang tetangga SN, JL (30) menyebarkan isu bahwa santet tersebut berasal dari SN. Warga lalu beramai-ramai mendatangi rumah SN, Kamis (2/6).
"Setibanya di lokasi, SN yang tengah duduk [di rumah] langsung ditarik oleh pelaku yang kemudian dipukuli bersama-sama. Para pelaku juga melakukan penganiayaan terhadap istrinya, yaitu MM," ujar AKBP Arsya kepada wartawan, Selasa (7/6).
Tak hanya itu, AKBP Arsya mengungkap bahwa pelaku pengeroyokan juga memaksa masuk ke dalam rumah SN lalu melakukan perusakan. Mereka melempari isi rumah korban dengan batu serta membakar dinding bambu bagian belakang rumah.
Menerima informasi kejadian tersebut, Polres Probolinggo pun langsung bergerak cepat mendatangi lokasi dan melakukan pembubaran massa serta pengamanan TKP. Petugas juga mengusut kasus ini. Satu pelaku, yakni JL berhasil ditangkap. Sementara yang lainnya masih dalam pengejaran.
"Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi, kami amankan salah satu pelaku berinsial JL. Sementara ada beberapa pelaku lain yang sedang kami lakukan pengejaran," ucapnya.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengantongi barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian diantaranya 32 batu, satu buah jerigen, satu unit TV 21 inc, satu botol alamo berisi bbm, satu plastik mika penutup meteran listrik, pecahan genteng, asbes, jendela, dan pintu.
Sementara itu, Kapolsek Paiton, Iptu Maskur Ansori mengimbau agar masyarakat tidak mudah termakan isu hoaks sehingga dapat merugikan orang lain.
"Kami pastikan isu santet ini adalah hoaks. Kami berharap kejadian ini tidak terjadi ditempat lain, oleh karena itu bila ada isu seperti ini silahkan melapor ke Babinsa maupun Bhabinkamtibmas di wilayah hukumnya," pungkasnya.
(wk/amel)